CIAMIS, MCNNEWS.ID – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyoroti potensi besar kopi lokal Ciamis yang dinilai belum dikelola maksimal, terutama karena banyak hasil panen kopi dijual ke luar daerah lalu dipasarkan kembali dengan merek daerah lain.
Pernyataan itu disampaikan Herdiat di hadapan tamu undangan dan pelaku usaha kuliner saat peresmian Cafe & Resto 23 di Jalan Sudirman, Ciamis.
“Puluhan sampai ratusan ton kopi Ciamis dibawa ke Bali dan Surabaya. Ketika kembali lagi ke sini, kemasannya berubah jadi Kopi Bali. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama,” ujar Herdiat saat memberikan sambutan dalam peresmian Cafe & Resto 23.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah besarnya potensi perkebunan kopi yang dimiliki Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data yang dimilikinya, produksi kopi Ciamis mampu mencapai sekitar 840 ton setiap musim.

Baca juga : Bupati Ciamis meresmikan koperasi desa merah putih
Ia menjelaskan, karakter geografis Ciamis yang memiliki wilayah dataran tinggi dan rendah membuat dua jenis kopi unggulan, yakni robusta dan arabika, dapat tumbuh dengan kualitas yang baik.
“Sebagian kopi kita sebenarnya sudah bagus, mulai dari rasa sampai kemasannya. Bahkan sudah masuk ke toko modern,” katanya.
Karena itu, Herdiat berharap kehadiran Cafe & Resto 23 tidak sekadar menjadi tempat nongkrong baru, tetapi juga ikut menjadi etalase promosi kopi asli Ciamis kepada masyarakat luas.
“Mudah-mudahan kafe ini bisa membantu mengenalkan dan mempromosikan kopi asli Ciamis supaya lebih dikenal,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyampaikan apresiasi kepada pemilik Cafe & Resto 23 yang dinilai berani berinvestasi di kampung halaman meski telah sukses berkarier di Jakarta.
Baca juga : dapurambu288 di Jalan Ahmad Yani no 73 Ciamis
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Cafe & Resto 23,” katanya.
Menurut Herdiat, pertumbuhan usaha kedai kopi dan tempat kuliner di Ciamis dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertanda meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus gaya hidup masyarakat.
Ia menilai kehadiran tempat usaha baru turut memberi dampak positif terhadap geliat ekonomi lokal dan membuka ruang usaha baru bagi masyarakat.
“Ini menjadi kebahagiaan bagi kami. Paling tidak, suasana di Kabupaten Ciamis semakin hidup dan masyarakat punya lebih banyak pilihan tempat berkumpul,” ujarnya.
Acara peresmian Cafe & Resto 23 berlangsung hangat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kopi lokal tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menjadi identitas unggulan daerah yang memiliki daya saing di pasar nasional.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook






















