Penulis: Tim MCNNEWS.ID
Kembalinya Irak ke Panggung Dunia Setelah Empat Dekade
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen bersejarah bagi Timnas Irak. Setelah menunggu selama 40 tahun sejak penampilan terakhir mereka di Meksiko 1986, Singa Mesopotamia akhirnya kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia. Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan simbol kebangkitan sepak bola Irak yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan di dalam maupun luar lapangan.
Kembalinya Irak ke Piala Dunia disambut antusias oleh jutaan pendukungnya. Negara yang pernah mengejutkan Asia dengan menjuarai Piala Asia 2007 kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan perkembangan sepak bolanya kepada dunia.
Menariknya, Irak datang ke Amerika Utara dengan skuad yang memadukan pemain lokal dan diaspora yang berkarier di Eropa. Kehadiran pemain-pemain seperti Aymen Hussein, Zidane Iqbal, Amir Al-Ammari, Ali Jasim, hingga Ali Al-Hamadi membuat tim ini memiliki kualitas yang jauh lebih kompetitif dibanding generasi yang tampil pada 1986.
Baca juga: Daftar Susunan Pemain Timnas Tunisia
Meski tergabung dalam grup yang berat bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal, Irak tetap memiliki ambisi besar untuk menciptakan kejutan.
Sejarah Timnas Irak
Federasi Sepak Bola Irak berdiri pada 1948 dan resmi bergabung dengan FIFA pada 1950. Sejak saat itu, Irak berkembang menjadi salah satu kekuatan tradisional sepak bola Asia Barat yang disegani di kawasan Timur Tengah.
Salah satu pencapaian terbesar Irak terjadi pada Piala Asia 2007. Saat itu, di tengah situasi politik dan keamanan yang belum stabil di dalam negeri, Irak justru menciptakan kisah paling inspiratif dalam sejarah sepak bola Asia.
Dipimpin pelatih Jorvan Vieira, mereka secara mengejutkan berhasil menjuarai turnamen setelah mengalahkan Arab Saudi 1-0 di partai final melalui gol bersejarah Younis Mahmoud. Gelar tersebut hingga kini masih dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Asia.
Tiga tahun sebelumnya, Irak juga mencuri perhatian dunia pada Olimpiade Athena 2004. Tim U-23 Irak tampil luar biasa dengan menembus babak semifinal sebelum akhirnya finis di peringkat keempat. Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian terbaik sepak bola Irak di panggung internasional dan menunjukkan potensi besar generasi muda mereka.
Di level regional, Irak juga memiliki tradisi kuat dalam ajang Gulf Cup. Mereka beberapa kali berhasil mengangkat trofi dan menjadi salah satu negara dengan koleksi gelar terbanyak dalam turnamen bergengsi kawasan Teluk tersebut. Dominasi ini turut memperkuat reputasi Irak sebagai kekuatan tradisional Asia Barat.
Namun perjalanan sepak bola Irak tidak selalu berjalan mulus. Konflik politik dan kondisi keamanan yang berlangsung selama bertahun-tahun memberikan dampak besar terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Dalam periode tertentu, Irak bahkan tidak dapat menggelar pertandingan internasional di negaranya sendiri dan terpaksa menggunakan kandang netral di Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi untuk menjamu lawan-lawannya.
Meski harus bermain jauh dari dukungan langsung para pendukungnya, Timnas Irak tetap mampu bersaing di level Asia. Ketahanan mental yang terbentuk dari berbagai kesulitan tersebut justru menjadi salah satu identitas utama Singa Mesopotamia.
Karena itulah, keberhasilan lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya dipandang sebagai prestasi olahraga semata, melainkan simbol kebangkitan sepak bola Irak setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan dan pengorbanan.
Keberhasilan tersebut menjadikan Irak sebagai salah satu negara paling disegani di kawasan Timur Tengah. Selain itu, Irak juga beberapa kali tampil impresif di ajang Olimpiade dan berbagai turnamen Asia lainnya.
Namun perjalanan menuju Piala Dunia sering kali menjadi tantangan besar. Selama puluhan tahun, Irak berkali-kali gagal di fase kualifikasi meskipun memiliki generasi pemain yang cukup menjanjikan. Karena itulah keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola nasional mereka.
Pengalaman Irak di Piala Dunia
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi penampilan kedua Irak sepanjang sejarah turnamen.
Sebelumnya, mereka hanya pernah tampil pada:
- Piala Dunia 1986 (Meksiko)
- Piala Dunia 2026 (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko)
Pada edisi 1986, Irak tergabung bersama Belgia, Paraguay, dan tuan rumah Meksiko. Meski gagal lolos dari fase grup, mereka tetap meninggalkan kesan positif karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada lawan-lawannya.
Hingga kini, gol tunggal Ahmed Radhi ke gawang Belgia masih dikenang sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola Irak. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol Irak di putaran final Piala Dunia selama hampir empat dekade.
Karena itu, target utama Irak pada Piala Dunia 2026 bukan hanya meraih kemenangan pertama, tetapi juga melampaui pencapaian generasi 1986.
Jalan Panjang Menuju Piala Dunia FIFA 2026
Perjalanan Irak menuju Piala Dunia FIFA 2026 tidak dibangun dalam semalam. Singa Mesopotamia harus melewati rangkaian kualifikasi yang panjang dan melelahkan sebelum akhirnya memastikan tiket ke Amerika Utara.
Bahkan, menurut pelatih Graham Arnold, Irak menjalani lebih dari 20 pertandingan sepanjang proses kualifikasi, menjadikannya salah satu perjalanan terpanjang di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Pada putaran kedua kualifikasi zona Asia, Irak tampil cukup konsisten dengan mengandalkan kombinasi pemain lokal dan diaspora. Tim ini mampu mengumpulkan poin penting saat menghadapi lawan-lawan Asia Barat dan Asia Tengah, sekaligus menunjukkan perkembangan organisasi permainan yang semakin matang. Pertahanan yang disiplin serta efektivitas serangan balik menjadi ciri khas permainan Irak sepanjang fase ini.
Memasuki putaran ketiga, tantangan semakin berat. Irak harus menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi dan tekanan yang semakin besar. Beberapa pertandingan berlangsung dalam atmosfer penuh tensi, termasuk laga dramatis melawan Uni Emirat Arab yang berakhir dengan kemenangan penting melalui gol penalti pada menit-menit akhir. Hasil tersebut menjadi salah satu titik balik yang menjaga asa mereka tetap hidup menuju putaran berikutnya.
Secara statistik, Irak menunjukkan konsistensi yang mengesankan sepanjang kualifikasi. Ketangguhan lini belakang membuat mereka mampu bersaing dalam banyak pertandingan ketat, sementara ketajaman Aymen Hussein dan kontribusi pemain-pemain muda seperti Ali Jasim serta Zidane Iqbal memberi warna baru dalam permainan tim. Kebersamaan skuad yang telah terbentuk selama bertahun-tahun juga menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan di laga-laga besar.
Puncak perjalanan itu terjadi pada Turnamen Play-Off FIFA di Monterrey, Meksiko. Dalam laga penentuan melawan Bolivia, Irak meraih kemenangan 2-1 berkat gol Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein. Kemenangan tersebut memastikan Irak menjadi tim ke-48 sekaligus peserta terakhir yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.
Empat puluh tahun setelah penampilan bersejarah mereka di Meksiko 1986, Singa Mesopotamia akhirnya kembali mengukir sejarah di tanah yang sama dan mengakhiri penantian panjang seluruh rakyat Irak.
Baca juga: Skuad Timnas Pantai Gading di Piala Dunia FIFA 2026
Daftar Pelatih Timnas Irak

Sejumlah pelatih ternama pernah menangani Timnas Irak dalam beberapa dekade terakhir.
Periode Pelatih
- 2004–2007: Akram Salman
- 2007: Jorvan Vieira
- 2012–2013: Zico
- 2015–2016: Yahya Alwan
- 2018–2021: Srečko Katanec
- 2024–Sekarang: Graham Arnold
Di tangan Graham Arnold, Irak berharap menemukan identitas baru. Pelatih asal Australia itu membawa pengalaman panjang setelah sukses mengantar Australia tampil kompetitif di berbagai turnamen besar. Kini ia mengemban misi yang lebih besar, yakni memimpin Singa Mesopotamia menjalani Piala Dunia pertama mereka dalam empat dekade sekaligus membuktikan bahwa Irak mampu bersaing di level tertinggi.
Daftar Skuad Timnas Irak Piala Dunia FIFA 2026
Berdasarkan daftar resmi yang diumumkan menjelang turnamen, berikut pemain-pemain utama yang memperkuat Irak.
Kiper
- Jalal Hassan
- Ahmed Basil
- Fahad Talib
Bek
- Rebin Sulaka
- Merchas Doski
- Hussein Ali
- Frans Putros
- Manaf Younis
- Mustafa Sadoon
- Zaid Tahseen
- Akam Hashim
- Ahmed Makenzie
Gelandang
- Amir Al-Ammari
- Zidane Iqbal
- Ibrahim Bayesh
- Youssef Amyn
- Ali Jasim
- Aimar Sher
- Kevin Yakob
- Ahmed Qasem
- Zaid Ismail
- Marko Farji
Penyerang
- Aymen Hussein
- Ali Al-Hamadi
- Mohanad Ali
- Ali Yousif
Berbeda dengan generasi 1986 yang mayoritas berasal dari kompetisi domestik, Irak 2026 hadir dengan wajah yang lebih modern. Sejumlah pemain tumbuh di akademi Eropa dan membawa pengalaman dari liga-liga yang jauh lebih kompetitif.
Pemain Kunci Timnas Irak
Aymen Hussein
Tidak ada pemain yang lebih penting bagi Irak dibanding Aymen Hussein.
Penyerang berusia 30-an tahun tersebut merupakan mesin gol utama tim nasional. Pengalamannya di level internasional menjadikannya tumpuan utama dalam menghadapi lawan-lawan kuat di Grup I. Bahkan Reuters menyebut Hussein sebagai ujung tombak utama skuad Irak menuju Piala Dunia 2026.
Zidane Iqbal
Nama Zidane Iqbal menjadi simbol modernisasi sepak bola Irak.
Gelandang yang pernah berkembang di akademi Manchester United ini memiliki teknik, visi bermain, dan kemampuan distribusi bola yang sangat baik. Ia diprediksi menjadi pengatur tempo permainan Irak sepanjang turnamen.
Ali Jasim

Di usia yang masih muda, Ali Jasim sudah berkembang menjadi salah satu pemain paling menjanjikan dalam proyek jangka panjang sepak bola Irak.
Amir Al-Ammari
Sebagai gelandang berpengalaman, Amir Al-Ammari menjadi motor keseimbangan lini tengah Irak.
Kemampuannya menjaga ritme permainan dan membantu pertahanan membuatnya menjadi pemain yang sangat penting dalam sistem Graham Arnold.
Ali Al-Hamadi
Penyerang yang berkarier di Inggris ini menawarkan dimensi berbeda dalam serangan Irak.
Kombinasinya dengan Aymen Hussein berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama Singa Mesopotamia selama turnamen berlangsung.
Prediksi Formasi Utama Irak
Graham Arnold diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang mengutamakan organisasi pertahanan dan serangan balik cepat.
Prediksi Starting XI
- Jalal Hassan
- Hussein Ali – Rebin Sulaka – Zaid Tahseen – Merchas Doski
- Amir Al-Ammari – Zidane Iqbal
- Ali Jasim – Youssef Amyn – Ibrahim Bayesh
- Aymen Hussein
Formasi ini memungkinkan Irak bertahan dengan disiplin sekaligus memanfaatkan kecepatan pemain sayap saat melakukan transisi menyerang.
Jadwal Pertandingan Irak di Fase Grup
Irak tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal. Banyak analis menyebut Grup I sebagai salah satu grup paling kompetitif pada Piala Dunia 2026.
Matchday 1
Irak vs Norwegia
16 Juni 2026
Boston Stadium
Pertandingan melawan Norwegia diprediksi menjadi laga paling krusial karena dapat menentukan peluang Irak untuk tetap bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
Matchday 2
Prancis vs Irak
22 Juni 2026
Philadelphia Stadium
Prancis memang lebih diunggulkan berdasarkan kualitas skuad dan pengalaman di turnamen besar. Namun Irak memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing melawan salah satu kandidat juara dunia tersebut.
Matchday 3
Senegal vs Irak
26 Juni 2026
Toronto Stadium
Laga melawan Senegal berpotensi menjadi pertandingan penentuan bagi kedua tim. Jika persaingan grup berlangsung ketat, hasil pertandingan ini bisa menentukan siapa yang berhak melaju ke fase gugur.
Peluang Lolos dari Fase Grup
Berdasarkan ranking FIFA terbaru menjelang turnamen, Irak berada di sekitar peringkat 57 dunia dan menjadi tim dengan ranking terendah di Grup I. Sementara Prancis berstatus unggulan utama, sedangkan Norwegia dan Senegal memiliki kualitas skuad yang lebih tinggi di atas kertas.
Meski demikian, peluang Irak tidak bisa diabaikan begitu saja.
Faktor Pendukung
1. Motivasi Tinggi
Irak tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun. Faktor emosional ini bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain.
2. Organisasi Pertahanan
Sepanjang kualifikasi, Irak menunjukkan kemampuan bertahan yang cukup solid dan sering menyulitkan lawan yang lebih kuat.
3. Kombinasi Pemain Lokal dan Diaspora
Skuad saat ini memiliki lebih banyak pemain yang bermain di Eropa dibanding generasi-generasi sebelumnya.
Faktor Penghambat
1. Grup Sangat Berat
Prancis merupakan salah satu favorit juara dunia, sementara Norwegia diperkuat Erling Haaland dan Martin Ødegaard. Senegal juga memiliki pengalaman yang jauh lebih besar di Piala Dunia.
2. Minim Pengalaman Turnamen Besar
Mayoritas pemain Irak belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Prediksi Peluang
Melihat kekuatan grup dan data FIFA terbaru, peluang Irak untuk finis di dua posisi teratas diperkirakan berada pada kisaran 15–20 persen.
Namun dengan format baru yang memungkinkan beberapa peringkat ketiga terbaik lolos, peluang mereka untuk tetap bersaing hingga pertandingan terakhir masih terbuka. Kunci utama berada pada hasil pertandingan melawan Norwegia dan Senegal.
Baca juga: Profil Lengkap Timnas Swiss di Piala Dunia FIFA 2026
Harapan Besar Timnas Irak di Piala Dunia 2026
Kembalinya Timnas Irak ke panggung Piala Dunia setelah penantian selama 40 tahun disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para suporter. Di berbagai kota, mulai dari Baghdad, Basra, Mosul hingga Erbil, euforia menyambut kelolosan Singa Mesopotamia menjadi bukti betapa besar kecintaan masyarakat Irak terhadap sepak bola.
Bagi banyak pendukung, keberhasilan lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan momen bersejarah yang telah lama dinantikan oleh beberapa generasi penggemar sepak bola Irak.
Di Irak, sepak bola memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah pertandingan. Olahraga ini sering kali menjadi simbol persatuan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, budaya, dan wilayah.
Ketika tim nasional bertanding, jutaan warga Irak berdiri di bawah satu bendera yang sama, memberikan dukungan tanpa memandang perbedaan. Karena itulah, setiap keberhasilan yang diraih Timnas Irak selalu memiliki dampak emosional yang sangat kuat bagi masyarakatnya.
Banyak pendukung juga berharap skuad asuhan Graham Arnold mampu menghidupkan kembali semangat yang pernah membawa Irak menjuarai Piala Asia 2007. Saat itu, tidak banyak yang menjagokan mereka, tetapi semangat juang, disiplin, dan kebersamaan berhasil mengantarkan Irak menciptakan salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah sepak bola Asia.
Kini, dengan generasi baru yang dipimpin pemain-pemain seperti Aymen Hussein, Zidane Iqbal, Ali Jasim, dan Ali Al-Hamadi, harapan untuk menghadirkan kejutan serupa kembali muncul.
Meski tergabung dalam grup yang sulit bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal, publik Irak tetap percaya bahwa tim mereka mampu bersaing. Target realistis memang meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia, tetapi mimpi yang lebih besar adalah menembus fase gugur.
Dengan format baru yang memberi peluang lebih besar bagi tim peringkat ketiga terbaik untuk lolos, harapan tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Jika mampu tampil disiplin dan memaksimalkan setiap kesempatan, Irak berpotensi menulis babak baru dalam sejarah sepak bola nasional dan mengubah Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang akan dikenang sepanjang masa oleh rakyat Irak.
Bagi masyarakat Irak, kehadiran tim nasional di Piala Dunia 2026 sudah menjadi kebanggaan besar setelah penantian selama empat dekade. Namun bagi para pemain, tampil di putaran final bukan sekadar menjadi peserta, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa Singa Mesopotamia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Target yang paling realistis adalah meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk membuka peluang lolos ke fase gugur. Di saat yang sama, turnamen ini juga menjadi panggung penting bagi generasi baru sepak bola Irak, dengan nama-nama seperti Zidane Iqbal, Ali Jasim, dan Ali Al-Hamadi diharapkan mampu memperkenalkan kualitas mereka kepada dunia sekaligus menjadi wajah sepak bola Irak untuk tahun-tahun mendatang.
Penutup
Timnas Irak datang ke Piala Dunia FIFA 2026 membawa cerita yang penuh inspirasi. Setelah menunggu selama 40 tahun, Singa Mesopotamia akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia dengan skuad yang lebih matang, lebih modern, dan lebih kompetitif.
Dipimpin Graham Arnold serta diperkuat pemain-pemain seperti Aymen Hussein, Zidane Iqbal, Amir Al-Ammari, Ali Jasim, dan Ali Al-Hamadi, Irak memiliki peluang untuk menciptakan kejutan meski berada di grup yang sangat berat.
Target lolos fase grup memang tidak mudah. Namun jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, Irak berpotensi menulis salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


















