Bengkel Palsu di Matraman Terbongkar, Berkedok Tempat Perbaikan Namun Menolak Melayani Servis
Bengkel Palsu di Matraman Terbongkar, Berkedok Tempat Perbaikan Namun Menolak Memberikan Layanan Servis
Sebuah bengkel yang berada di Jl Asem Gede, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur disidak, ternyata hanya menjadi tempat penyimpanan motor hasil curian.
MCNNEWS.ID/ Peristiwa
Irsyaad W 16 September, 10.30 pagi 16 September, 10.30 pagi
MCNNEWS.ID– Petugas kepolisian menggerebek sebuah bengkel sepeda motor yang tidak memenuhi standar di sebuah rumah kontrakan Jl Asem Gede, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.
Tepatnya sekitar pukul 14.30 WIB, (12/9/25) kemarin.
Petugas kaget karena dari lokasi kejadian, polisi justru membawa 12 sepeda motor, senjata api rakitan hingga pisau.
Ternyata, bengkel tersebut hanyalah tampungan untuk menyembunyikan lokasi gudang motor hasil curian.
Penangkapan ini dimulai dari laporan seorang guru yang kehilangan motornya di kawasan Matraman.
Petugas kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas di lokasi untuk mengenali pelaku.
“Jadi itu hasil analisis CCTV, kedua pelaku kejahatan di TKP tersebut identik, terekam dalam CCTV jelas sama dengan yang ditangkap dan motornya masih berada di lokasi (kontrakan pelaku),” kata Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Timur, AKP Muhammad Zein, seperti dilansir Kompas.com.
Menurut Zein, rumah sewaan itu sengaja disembunyikan sebagai tampak seperti bengkel agar bisa menipu warga sekitar.
“Dikamuflase, dianggap ada seperti bengkel tetapi tidak menerima perbaikan. Namun, juga tidak (seperti bengkel), menurut pengamatan saya, tertutup dan tidak melayani perbaikan,” jelasnya.
Kontrakan tersebut dihuni oleh lima orang yang dicurigai sebagai pelaku.
Beberapa kamar digunakan sebagai tempat tinggal, sedangkan satu ruangan besar dijadikan sebagai gudang penyimpanan sepeda motor hasil curian.
“Ia menyewa, ada satu kamar besar yang dibuat menjadi gudang, kondisinya terkunci rapat sehingga orang yang lewat mengira itu kamar biasa, padahal isinya motor (curian,-red) semua,” jelas Zein.
“Di sebelahnya adalah tempat mereka berkumpul untuk beristirahat,” kata Zein.
Para pelaku juga mengeluarkan biaya sewa rumah agar tampak seperti penduduk biasa dan kegiatan mereka tidak menimbulkan ketidakamanan.
Zein menyampaikan, kelompok ini mampu mencuri belasan sepeda motor dalam sehari.
“Kurang lebih setiap hari, sekitar 10 motor dari lima pelaku ini, per pasangan bisa mencuri tiga (motor hasil curian),” katanya.
Lima tersangka diketahui sering melakukan aksinya di berbagai daerah di Jakarta, bukan hanya di Matraman.
“Maka dia bertindak bukan di sekitar Jakarta Timur atau Matraman. Jika tinggal memang di Matraman, tetapi untuk lokasi kejadian sementara ini kita hanya mendapatkan tiga wilayah, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur,” ujar Zein.
Para pelaku biasanya bekerja dalam pasangan dengan peran yang bergantian, baik sebagai pelaksana maupun pemeran.
Mereka memanfaatkan kunci T untuk membuka lubang kunci motor yang terkunci setang.
“Sekarang kita sedang memperdalam lokasi kemarin, kita memperdalamnya, sementara ini hanya lima pelaku,” jelas Zein.
Pada penangkapan tersebut, pihak kepolisian menangkap lima orang yang diduga terlibat beserta beberapa barang bukti.
“Barang bukti motor 12 yang diamankan, sedangkan senjata api rakitan yang aktif itu dilengkapi tiga butir peluru,” kata Zein.
“Dua senjata lagi terlihat persis seperti aslinya, memang dua, lalu ada lima senjata tajam. Masing-masing pelaku membawa senjata tajam berupa badik,” tambah Zein.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan lima pasang kunci T, kunci magnet, obeng, dan tang yang diduga digunakan dalam tindakan pencurian.
Copyright MCNNEWS.ID2025
Related Article





















