Penulis: Tim MCNNEWS.ID
Gelaran akbar Piala Dunia FIFA 2026 menjadi pembuktian besar bagi salah satu raksasa sepak bola Asia, Timnas Arab Saudi. Tim yang akrab dengan julukan The Green Falcons (Elang Hijau) ini terbang menuju Amerika Utara membawa reputasi mentereng dan ambisi yang meluap-luap. Tidak lagi sekadar mengincar status partisipan, Arab Saudi siap menggebrak panggung dunia dengan menyajikan permainan yang jauh lebih matang dan bertenaga.
Suntikan investasi besar-besaran di kompetisi domestik, Roshn Saudi League, secara tidak langsung mendongkrak kualitas mental dan fisik para pemain lokal. Berada di bawah komando pelatih anyar yang sangat mengenal seluk-beluk sepak bola jazirah Arab, Georgios Donis, sang raksasa Timur Tengah siap meluncurkan performa terbaik demi mengulang atau bahkan melampaui sejarah manis masa lalu mereka.
Baca juga: Skuad Timnas Belgia Di Piala Dunia FIFA 2026
Sejarah dan Identitas Sepak Bola Arab Saudi
Sebelum menjelma menjadi salah satu kekuatan utama Asia, Arab Saudi membangun fondasi sepak bolanya sejak pertengahan abad ke-20. Hasilnya mulai terlihat pada dekade 1980-an ketika mereka mendominasi Asia melalui tiga gelar Piala Asia. Arab Saudi menjelma menjadi kekuatan tradisional yang sangat ditakuti di kawasan Asia. Mereka mendominasi benua kuning dengan koleksi tiga gelar juara AFC Asian Cup yang diraih pada edisi 1984, 1988, dan 1996.
Karakter permainan Arab Saudi secara tradisional bertumpu pada teknik individu pemain yang sangat cair, umpan-umpan pendek yang cepat, serta kelincahan sektor sayap. Didukung oleh fanatisme suporter yang luar biasa, Elang Hijau selalu memancarkan aura percaya diri tinggi setiap kali menginjakkan kaki di rumput hijau internasional.
Pengalaman Arab Saudi di Panggung Piala Dunia
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi penanda penampilan ketujuh bagi Arab Saudi di putaran final turnamen paling bergengsi sejagat ini. Langkah awal mereka di kancah dunia bermula secara sensasional pada edisi 1994 di Amerika Serikat.
Momen Emas 1994: Pada debut pertamanya tersebut, Arab Saudi langsung menghentak dunia dengan lolos ke babak 16 besar. Gol solo run spektakuler dari Saeed Al-Owairan ke gawang Belgia menjadi salah satu gol paling ikonik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Setelah debut magis itu, mereka rutin lolos ke putaran final pada edisi 1998, 2002, dan 2006, meski selalu terhenti di fase grup. Mereka kemudian sempat absen dalam dua edisi sebelum akhirnya kembali bangkit pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.
Publik dunia tentu belum lupa bagaimana wakil Asia Barat menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola pada laga pembuka Piala Dunia 2022. Mereka membalikkan prediksi semua pengamat dengan menumbangkan Argentina yang dipimpin Lionel Messi lewat skor tipis 2-1. Pengalaman berharga tersebut menjadi modal mentalitas yang sangat mahal bagi skuad saat ini.
Nakhoda Baru Formula Kejutan Georgios Donis

Langkah Arab Saudi menuju putaran final 2026 sempat diwarnai dengan dinamika di kursi kepelatihan. Menjelang bergulirnya turnamen, SAFF mengambil keputusan krusial dengan menunjuk juru taktik berpengalaman asal Yunani, Georgios Donis, untuk menggantikan posisi Hervé Renard.
Georgios Donis merupakan pelatih berusia 56 tahun asal Yunani yang cukup dikenal di sepak bola Arab Saudi. Sebelum menangani tim nasional, ia sukses melatih klub Saudi, Al-Khaleej FC. Donis juga pernah menangani sejumlah klub besar Yunani seperti AEK Athens dan PAOK FC.
Keputusan menunjuk Donis tergolong sangat strategis. Donis telah menghabiskan waktu hampir satu dekade untuk menangani jajaran klub elite di Liga Arab Saudi, mulai dari Al Hilal, Al Fateh, Al Wehda, hingga Al Khaleej.
Keunggulan taktik Georgios Donis terletak pada kemampuannya menyusun organisasi pertahanan yang sangat rapat tanpa mengurangi daya ledak serangan balik. Ia mengusung filosofi permainan yang adaptif, disiplin posisi tingkat tinggi, dan menekankan efektivitas transisi yang sangat cepat dari bertahan ke menyerang.
Berdasarkan data terbaru menjelang Piala Dunia FIFA 2026, susunan staf pelatih Timnas Arab Saudi mengalami perubahan signifikan setelah pemecatan pelatih asal Prancis, Hervé Renard, pada April 2026. Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) kemudian menunjuk pelatih asal Yunani, Georgios Donis, sebagai pelatih kepala hingga tahun 2027.
Baca juga: Skuad Timnas Prancis Di Piala Dunia FIFA 2026
Tugas Berat Georgios Donis di Piala Dunia 2026
Georgios Donis menghadapi tantangan besar dalam memimpin Timnas Arab Saudi di Piala Dunia FIFA 2026, terutama karena Grup H diisi oleh lawan-lawan dengan kualitas dan pengalaman yang jauh lebih mapan. Ujian pertama datang dari Spanyol, tim unggulan yang memiliki kedalaman skuad luar biasa serta dominasi penguasaan bola yang bisa memaksa Arab Saudi bermain sangat disiplin sepanjang laga. Donis dituntut menyiapkan organisasi pertahanan yang rapat sekaligus efektif dalam transisi agar tidak mudah dieksploitasi oleh lini serang La Roja.
Selain itu, Uruguay menjadi ancaman serius berikutnya dengan karakter permainan yang lebih fisikal, agresif, dan berpengalaman di turnamen besar. Tim asuhan Marcelo Bielsa dikenal mampu menjaga intensitas tinggi sepanjang 90 menit, sehingga Arab Saudi harus mampu menjaga konsentrasi dan stamina untuk bisa bersaing di lini tengah. Sementara itu, duel melawan Tanjung Verde menjadi peluang paling realistis bagi Donis untuk mengamankan poin penting, meskipun tim debutan tersebut tetap berpotensi memberi kejutan dengan semangat dan motivasi tinggi sebagai pendatang baru di Piala Dunia.

Daftar Skuad Resmi Timnas Arab Saudi (26 Pemain)
Pelatih Georgios Donis telah menetapkan 26 nama pemain terbaik yang seluruhnya merumput di kompetisi domestik untuk mengisi kedalaman skuad Saudi di Piala Dunia FIFA 2026:
Penjaga Gawang
- Ahmed Al Kassar
- Mohammed Al Owais
- Nawaf Al Aqidi
Pemain Bertahan
- Saud Abdulhamid
- Khalid Al Ghannam
- Abdulelah Al Amri
- Nawaf Boushal
- Zakaria Hawsawi
- Hassan Kadesh
- Ali Lajami
- Ali Majrashi
- Hassan Tambakti
- Jehad Thikri
Pemain Tengah
- Nasser Al Dawsari
- Alaa Al Hajji
- Ziyad Al Johani
- Musab Al Juwayr
- Abdullah Al Khaibari
- Saleh Abu Al Shamat
- Mohammed Kanno
- Sultan Mandash
Pemain Depan
- Feras Al Brikan
- Salem Al Dawsari
- Abdullah Al Hamdan
- Abdullah Al Salem
- Saleh Al Shehri
Susunan Pemain Inti (Probable Starting XI) Arab Saudi
Di bawah bendera kepelatihan Georgios Donis, Arab Saudi diprediksi akan menggunakan formasi kokoh yang mengandalkan fleksibilitas lini tengah. Berikut adalah perkiraan susunan 11 pemain inti Elang Hijau:
- Penjaga Gawang: Mohammed Al-Owais
- Bek Kanan: Saud Abdulhamid
- Bek Tengah: Hassan Tambakti
- Bek Tengah: Ali Lajami
- Bek Kiri: Jehad Thikri
- Gelandang Bertahan: Mohamed Kanno
- Gelandang Bertahan: Abdullah Al-Khaibari
- Gelandang Serang Kanan: Saleh Abu Al Shamat
- Gelandang Serang Tengah: Musab Al-Juwayr
- Gelandang Serang Kiri: Salem Al-Dawsari (C)
- Penyerang Tengah: Feras Al Brikan
Pilar Kunci yang Menjadi Senjata Mematikan
Arab Saudi memiliki beberapa nama pemain bintang yang memegang peranan krusial dan memiliki kapasitas untuk mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
1. Salem Al-Dawsari (Gelandang Serang / Kapten)

Pemain sayap karismatik milik Al Hilal ini merupakan nyawa sekaligus ikon utama sepak bola modern Arab Saudi. Al-Dawsari memiliki skill individu di atas rata-rata, visi bermain yang luar biasa, serta insting gol yang sangat tajam dari lini kedua. Publik dunia tentu ingat tembakan melengkung indahnya yang menumbangkan Argentina di Piala Dunia lalu. Sebagai kapten utama, kepemimpinan dan ketenangannya sangat dibutuhkan untuk mengangkat mental rekan-rekannya di saat-saat genting.
2. Feras Al Brikan (Penyerang Tengah)
Striker muda milik Al Ahli ini mencuat sebagai mesin gol utama masa depan Arab Saudi. Al-Buraikan memiliki penempatan posisi yang sangat cerdas di dalam kotak penalti, keunggulan fisik yang prima untuk memenangi duel udara, serta penyelesaian akhir yang sangat klinis. Ketajamannya di kompetisi domestik menjadi jaminan mutu bagi lini depan The Green Falcons.
3. Mohamed Kanno
Di lini tengah Timnas Arab Saudi, Mohamed Kanno merupakan sosok yang memegang peranan sangat vital sebagai jangkar permainan sekaligus penyeimbang antara sektor pertahanan dan serangan. Gelandang milik Al Hilal ini dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, sehingga mampu memutus alur serangan lawan sekaligus menjadi titik awal pembangunan serangan timnya. Dengan postur tubuh yang mencapai 1,91 meter, Kanno juga unggul dalam duel udara, baik saat membantu pertahanan menghadapi bola mati maupun ketika ikut memberikan ancaman di area penalti lawan. Selain kuat dalam aspek defensif, ia memiliki distribusi bola yang akurat dan tenang di bawah tekanan, memungkinkan Arab Saudi menjaga ritme permainan serta mengalirkan bola dengan cepat ke lini depan. Pengalaman panjangnya bersama tim nasional menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi Green Falcons. Sebagai pemain yang telah tampil dalam beberapa edisi Piala Dunia dan berbagai turnamen besar Asia, Kanno membawa ketenangan, kepemimpinan, serta mental bertanding yang dibutuhkan Arab Saudi untuk menghadapi tekanan tinggi di Grup H Piala Dunia FIFA 2026.
Baca juga: Skuad Timnas Curacao Di Piala Dunia FIFA 2026
Jadwal Pertandingan Arab Saudi di Fase Grup H
Undian resmi FIFA menempatkan Arab Saudi ke dalam Grup H, sebuah grup yang menyajikan persaingan lintas konfederasi yang sangat sengit. Elang Hijau akan bersaing ketat dengan raksasa Eropa Spanyol, kekuatan utama Amerika Selatan Uruguay, serta wakil Afrika Tanjung Verde.
Seluruh pertandingan fase grup untuk Grup H akan dimainkan di stadion-stadion megah di wilayah Amerika Serikat dan Meksiko. Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan Arab Saudi di babak penyisihan:
Matchday 1
15 Juni 2026
Arab Saudi vs Uruguay
Miami Stadium, Florida (AS)
Pertandingan fase grup antara Timnas Arab Saudi dan Timnas Uruguay diprediksi menjadi salah satu laga paling krusial di Grup H Piala Dunia FIFA 2026. Duel yang digelar di Miami pada 15 Juni 2026 ini akan menjadi ujian berat bagi Green Falcons saat menghadapi Uruguay, tim dua kali juara dunia yang diperkuat generasi baru bertabur bintang seperti Federico Valverde, Darwin Núñez, dan Manuel Ugarte. Di atas kertas, Uruguay lebih diunggulkan berkat pengalaman dan kualitas skuad yang dimiliki, namun Arab Saudi memiliki modal kepercayaan diri setelah beberapa kali tampil mengejutkan di panggung dunia, termasuk kemenangan bersejarah atas Argentina pada Piala Dunia 2022.
Matchday 2
21 Juni 2026
Spanyol vs Arab Saudi
Estadio Monterrey, Nuevo León (Meksiko)
Spanyol datang dengan skuad muda bertabur bintang seperti Lamine Yamal, Nico Williams, dan Rodri yang menjadi motor permainan La Roja, sementara Arab Saudi mengandalkan pengalaman kapten Salem Al-Dawsari serta disiplin kolektif tim. Secara kualitas dan pengalaman, Spanyol lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan, namun Arab Saudi diyakini akan berusaha tampil solid dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk mencuri poin penting dalam persaingan menuju babak gugur. Hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu nasib kedua tim sebelum memasuki laga terakhir fase grup.
Matchday 3
26 Juni 2026
Tanjung Verde vs Arab Saudi
Miami Stadium, Florida (AS)
Tanjung Verde mengandalkan kekuatan fisik, organisasi permainan yang disiplin, serta sejumlah pemain yang berkarier di liga-liga Eropa, sementara Arab Saudi bertumpu pada pengalaman para pemain senior dan kekompakan tim yang telah lama bermain bersama. Karena berlangsung pada matchday terakhir, hasil pertandingan ini bisa menjadi penentu posisi klasemen akhir Grup H, terutama jika persaingan menuju fase gugur masih terbuka. Dengan tekanan yang tinggi dan taruhan yang besar, laga Tanjung Verde kontra Arab Saudi diprediksi berlangsung ketat, penuh kehati-hatian, namun tetap menyajikan semangat juang maksimal dari kedua tim yang sama-sama ingin menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia FIFA 2026.
Analisis Peluang Lolos Timnas Arab Saudi Berdasarkan Data Peringkat FIFA Terbaru
Berdasarkan data peringkat FIFA terbaru menjelang Piala Dunia FIFA 2026, Timnas Arab Saudi menghadapi tantangan yang tidak ringan untuk bisa menembus babak 16 besar dari Grup H. Tim asuhan Donis saat ini berada di peringkat ke-61 dunia, jauh di bawah Spanyol yang menempati posisi ketiga dunia dan Uruguay yang berada di peringkat ke-17. Dari sisi statistik dan kualitas skuad di atas kertas, kedua negara tersebut lebih diunggulkan untuk mengamankan dua tiket menuju fase gugur.
Meski demikian, peringkat FIFA bukanlah satu-satunya faktor penentu dalam turnamen sekelas Piala Dunia. Arab Saudi pernah membuktikan bahwa mereka mampu melampaui ekspektasi ketika secara mengejutkan mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa disiplin taktik, semangat juang, dan kemampuan memanfaatkan momentum dapat mengimbangi perbedaan kualitas yang tercermin dalam ranking dunia.
Di Grup H, peluang realistis Arab Saudi kemungkinan akan sangat bergantung pada hasil pertandingan melawan Tanjung Verde, yang saat ini berada di luar 65 besar peringkat FIFA dunia. Laga tersebut berpotensi menjadi duel langsung dalam perebutan poin penting untuk menjaga asa lolos. Jika mampu meraih kemenangan atas Tanjung Verde dan setidaknya mencuri poin dari salah satu laga melawan Spanyol atau Uruguay, peluang Arab Saudi untuk bersaing memperebutkan posisi runner-up grup tetap terbuka.
Secara keseluruhan, Arab Saudi memang bukan favorit untuk lolos ke babak berikutnya berdasarkan peringkat FIFA. Namun, status sebagai tim kuda hitam justru dapat menjadi keuntungan tersendiri. Dengan organisasi permainan yang solid, pengalaman pemain senior seperti Salem Al-Dawsari dan Mohamed Kanno, serta kemampuan menciptakan kejutan di pertandingan besar, Green Falcons masih memiliki kesempatan untuk menulis kisah sukses baru di Piala Dunia FIFA 2026.
Jika gagal meraih poin saat menghadapi Uruguay pada laga pembuka, tekanan besar hampir pasti akan menghampiri Arab Saudi sebelum menghadapi Spanyol. Karena itu, duel kontra Uruguay berpotensi menjadi pertandingan paling menentukan dalam perjalanan mereka di Grup H.
Baca juga: Skuad Timnas Pantai Gading di Piala Dunia FIFA 2026
Harapan Tinggi dan Target Elang Hijau
Timnas Arab Saudi datang ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan membawa harapan besar dari jutaan pendukungnya untuk kembali mencatatkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Setelah beberapa kali tampil di putaran final Piala Dunia dan menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan Asia, Green Falcons atau Elang Hijau kini berambisi melampaui pencapaian mereka pada edisi-edisi sebelumnya.
Keikutsertaan di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa sepak bola Arab Saudi terus berkembang dan mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.
Target utama Arab Saudi tentu adalah lolos dari fase grup, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada Piala Dunia 1994 ketika berhasil menembus babak 16 besar. Meski tergabung di Grup H bersama tim-tim kuat seperti Spanyol dan Uruguay, skuad Arab Saudi tetap memiliki keyakinan untuk memberikan perlawanan sengit. Kehadiran sejumlah pemain berpengalaman yang telah merasakan atmosfer Piala Dunia menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan di turnamen terbesar dunia tersebut.
Harapan besar juga disematkan kepada para pemain senior yang menjadi tulang punggung tim. Nama-nama seperti Salem Al-Dawsari dan Mohamed Kanno diharapkan mampu memimpin rekan-rekan mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pengalaman, ketenangan, dan jiwa kepemimpinan mereka akan sangat dibutuhkan ketika menghadapi pertandingan-pertandingan krusial yang dapat menentukan nasib Arab Saudi di fase grup.
Selain memburu tiket ke babak gugur, Arab Saudi juga ingin memperkuat reputasinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola terbaik Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi besar yang dilakukan negara tersebut terhadap pengembangan sepak bola telah menunjukkan hasil yang positif.
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi panggung ideal bagi Elang Hijau untuk membuktikan bahwa mereka tidak sekadar menjadi peserta, melainkan tim yang mampu memberikan kejutan dan bersaing secara kompetitif dengan lawan-lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi. Dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan penuh dari para penggemar, Arab Saudi berharap dapat mengukir perjalanan yang membanggakan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Dua puluh dua tahun setelah kemenangan legendaris atas Belgia dan empat tahun setelah mengguncang dunia dengan menaklukkan Argentina, Arab Saudi kembali datang ke panggung terbesar sepak bola dunia. Kini pertanyaannya bukan lagi apakah mereka mampu memberi kejutan, melainkan seberapa jauh wakil Asia Barat dapat terbang di Amerika Utara.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


















