Jumat, Mei 15, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
ADVERTISEMENT
Home Gaya Hidup Kuliner

Mampukah Kuliner Viral dari Media Sosial Bertahan Lama? Ini Bedanya dengan Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis Puluhan Tahun

shanny ratman Oleh shanny ratman
15/05/2026
in Kuliner
Waktu Membaca:7 menit membaca
A A
0
kuliner viral

Mampukah kuliner viral dari media sosial bertahan lama (foto ilustrasi by chatgpt)

0
Dibagikan
2
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

edit post
bumbu

Bumbu Dapur Wajib yang Harus Ada di Setiap Rumah Tangga, Lengkap dengan Manfaatnya Selain untuk Memasak

15/05/2026
edit post
Jenjang karier waiter

Jenjang Karier Seorang Waiter di Restoran: Dari Pelayan Pemula hingga Manajer Operasional

13/05/2026
edit post
15 skill

15 Skill Wajib yang Harus Dimiliki Seorang Waiter Profesional di Restoran

13/05/2026
edit post
General

Pentingnya General Cleaning pada Dapur Restoran

12/05/2026

Penulis : Shanny Ratman 
Editor : Tim mcnnews.id 


MCNNEWS.ID
Perkembangan media sosial telah mengubah wajah industri kuliner secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu sebuah tempat makan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikenal luas, kini sebuah makanan bisa langsung viral hanya dalam hitungan jam berkat video pendek di TikTok, Instagram Reels, Facebook, atau YouTube Shorts.

Fenomena ini membuat banyak pelaku usaha kuliner berlomba-lomba menciptakan produk yang unik, menarik perhatian, dan mudah dibagikan di media sosial. Mulai dari minuman dengan warna mencolok, makanan dengan topping berlebihan, hingga konsep penyajian yang tidak biasa, semuanya dibuat agar mampu menarik perhatian warganet.

Namun di balik cepatnya popularitas tersebut, muncul satu pertanyaan penting: mampukah kuliner viral bertahan lama?

Pertanyaan ini semakin menarik ketika dibandingkan dengan keberadaan kuliner legendaris yang sudah puluhan tahun bertahan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tren media sosial. Banyak warung makan tradisional, restoran keluarga, hingga jajanan khas daerah yang tetap ramai pengunjung meski tidak terlalu aktif melakukan promosi digital.

Lalu apa sebenarnya perbedaan antara kuliner viral dan kuliner legendaris? Mengapa ada makanan yang hanya populer sesaat, sementara yang lain mampu bertahan lintas generasi? Berikut ulasan lengkapnya.

Media Sosial Mengubah Pola Bisnis Kuliner Modern

Tidak bisa dipungkiri, media sosial telah menjadi alat promosi paling kuat dalam dunia kuliner modern. Saat ini masyarakat tidak lagi hanya mencari makanan berdasarkan rekomendasi keluarga atau teman, tetapi juga berdasarkan konten yang muncul di beranda media sosial mereka.

Video makanan yang tampak menggoda sering kali membuat orang penasaran dan akhirnya datang langsung ke tempat tersebut. Bahkan tidak sedikit konsumen yang rela antre berjam-jam hanya demi mencoba makanan yang sedang viral.

Fenomena ini menciptakan pola baru dalam bisnis kuliner, yaitu:

  • makanan harus menarik secara visual,
  • tempat harus estetik,
  • penyajian harus unik,
  • dan produk harus mudah dijadikan konten.

Akibatnya, banyak pelaku usaha lebih fokus menciptakan sensasi dibanding membangun kualitas jangka panjang.

Padahal dalam dunia bisnis kuliner, popularitas belum tentu sejalan dengan ketahanan usaha.

Kuliner Viral Biasanya Mengandalkan Efek Kejutan

Sebagian besar kuliner viral muncul karena memiliki sesuatu yang dianggap berbeda dan mengejutkan. Faktor kejutan inilah yang membuat orang tertarik mencoba.

Contohnya:

  • minuman dengan ukuran jumbo,
  • makanan super pedas,
  • dessert dengan topping berlebihan,
  • makanan dengan warna tidak biasa,
  • atau kombinasi menu yang unik.

Ketika pertama kali muncul, produk seperti ini memang sangat menarik perhatian. Media sosial kemudian mempercepat penyebaran tren tersebut karena banyak orang ikut membuat ulasan, video review, atau konten mukbang.

Namun masalah mulai muncul ketika rasa penasaran masyarakat mulai berkurang.

Banyak kuliner viral ternyata hanya kuat di tampilan visual, tetapi kurang memuaskan dari segi rasa, kualitas, maupun pelayanan. Konsumen akhirnya hanya membeli sekali untuk kebutuhan konten media sosial, lalu tidak kembali lagi.

Inilah alasan mengapa banyak bisnis kuliner viral hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya sepi.

Contoh Kuliner Viral yang Pernah Sangat Populer

Indonesia sudah berkali-kali mengalami gelombang tren kuliner viral yang datang dan pergi dengan cepat.

1. Es Kepal Milo

Beberapa tahun lalu, Es Kepal Milo menjadi fenomena besar di berbagai kota. Hampir di setiap sudut jalan muncul penjual minuman ini.

Antrean pembeli bahkan sempat sangat panjang karena masyarakat penasaran dengan sensasi es serut yang disiram cokelat Milo melimpah.

Namun setelah tren mereda, sebagian besar penjual mulai menghilang. Banyak konsumen merasa rasanya terlalu manis dan tidak cukup spesial untuk dibeli berulang kali.

2. Dalgona Coffee

Saat pandemi COVID-19 melanda, dalgona coffee menjadi salah satu minuman paling viral di media sosial.

Hampir semua orang mencoba membuat kopi berbusa tersebut di rumah dan mengunggahnya ke TikTok maupun Instagram.

Tetapi popularitas dalgona coffee ternyata tidak berlangsung lama. Setelah tren media sosial berganti, minuman ini perlahan jarang dibicarakan lagi.

3. Croffle

Croffle, yaitu perpaduan croissant dan waffle, juga sempat booming di Indonesia. Banyak kafe berlomba menjual menu ini dengan berbagai topping.

Pada awalnya croffle menjadi simbol gaya hidup modern dan kekinian. Namun seiring waktu, tren tersebut mulai menurun dan hanya beberapa merek saja yang mampu bertahan.

4. Dessert Box Artis

Beberapa tahun lalu dessert box milik para selebriti sempat mendominasi pasar kuliner online. Karena dipromosikan oleh figur publik terkenal, produk tersebut langsung mendapat perhatian besar.

Namun tidak semua mampu bertahan lama. Persaingan yang ketat serta kualitas produk yang tidak konsisten membuat sebagian bisnis akhirnya tenggelam.

Viral Tidak Sama dengan Loyalitas Pelanggan

Salah satu kesalahan terbesar dalam bisnis kuliner modern adalah menganggap viralitas sebagai ukuran kesuksesan jangka panjang.

Padahal viral hanya memberikan perhatian sementara. Setelah masyarakat mencoba, mereka akan menilai apakah produk tersebut benar-benar layak dibeli kembali atau tidak.

Bisnis kuliner yang kuat justru dibangun dari loyalitas pelanggan, bukan sekadar jumlah penonton video.

Pelanggan loyal biasanya datang kembali karena:

  • rasa makanan konsisten,
  • pelayanan memuaskan,
  • harga sesuai kualitas,
  • dan memiliki pengalaman emosional dengan produk tersebut.

Sementara kuliner viral sering kali hanya mengandalkan pembeli baru yang datang karena rasa penasaran.

Jika tidak ada inovasi atau kualitas yang kuat, bisnis akan mudah ditinggalkan.

Mengapa Banyak Kuliner Viral Cepat Tenggelam?

Ada beberapa alasan utama mengapa banyak kuliner viral gagal bertahan lama.

1. Terlalu Fokus pada Penampilan

Di era media sosial, tampilan visual memang penting. Namun jika rasa makanan tidak sebanding dengan ekspektasi konsumen, pelanggan akan kecewa.

Banyak makanan viral terlihat menarik di kamera tetapi biasa saja saat dicicipi langsung.

2. Tidak Memiliki Identitas Kuat

Sebagian bisnis viral hanya mengikuti tren tanpa memiliki ciri khas yang jelas. Ketika tren berubah, mereka kehilangan daya tarik.

3. Persaingan Sangat Cepat

Begitu sebuah makanan viral, puluhan bahkan ratusan penjual baru langsung bermunculan. Persaingan harga pun menjadi tidak sehat.

Akhirnya keuntungan menurun dan banyak usaha tidak mampu bertahan.

4. Konsumen Mudah Bosan

Karakter pengguna media sosial saat ini sangat cepat berpindah tren. Hari ini ramai, minggu depan bisa langsung dilupakan.

Karena itu bisnis yang hanya mengandalkan tren sangat rentan mengalami penurunan.

Kuliner Legendaris Justru Bertahan Karena Konsistensi

Berbeda dengan kuliner viral, kuliner legendaris tumbuh secara perlahan tetapi memiliki fondasi yang jauh lebih kuat.

Kuliner legendaris biasanya:

  • memiliki resep khas,
  • menjaga kualitas rasa,
  • mempunyai pelanggan tetap,
  • dan membangun kepercayaan selama bertahun-tahun.

Menariknya, banyak tempat makan legendaris tidak pernah benar-benar sepi meski tren kuliner terus berubah.

Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi jauh lebih penting dibanding popularitas sesaat.

Faktor yang Membuat Kuliner Legendaris Bertahan Puluhan Tahun

1. Rasa yang Konsisten

Konsumen selalu kembali karena mereka tahu rasa makanannya tidak berubah.

Konsistensi ini sangat penting dalam bisnis kuliner karena pelanggan ingin mendapatkan pengalaman yang sama setiap kali datang.

2. Memiliki Nilai Emosional

Banyak kuliner legendaris memiliki hubungan emosional dengan pelanggan.

Ada yang sudah makan di tempat tersebut sejak kecil, ada yang mengenangnya sebagai bagian dari tradisi keluarga, dan ada pula yang menjadikannya simbol nostalgia.

Faktor emosional seperti ini sulit ditiru oleh kuliner viral.

3. Menjaga Kualitas Bahan

Sebagian besar kuliner legendaris sangat menjaga kualitas bahan baku.

Mereka tidak mudah mengorbankan kualitas hanya demi keuntungan cepat.

4. Adaptif Tanpa Kehilangan Identitas

Meski mempertahankan resep lama, kuliner legendaris tetap mampu beradaptasi dengan zaman.

Mereka mulai menggunakan media sosial, layanan pesan online, hingga sistem pembayaran digital tanpa menghilangkan ciri khas utama.

Contoh Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis

Di Indonesia ada banyak contoh usaha kuliner yang berhasil bertahan puluhan tahun.

Gudeg di Yogyakarta

Gudeg menjadi salah satu contoh kuliner tradisional yang tetap memiliki pasar kuat hingga sekarang.

Meski banyak makanan modern bermunculan, wisatawan tetap mencari gudeg saat datang ke Yogyakarta.

Hal ini terjadi karena gudeg tidak hanya menjual rasa, tetapi juga identitas budaya.

Bakmi Legendaris di Jakarta

Banyak bakmi legendaris di Jakarta mampu bertahan lintas generasi karena menjaga resep asli dan kualitas rasa.

Pelanggan bahkan rela antre demi mendapatkan cita rasa yang tidak berubah sejak puluhan tahun lalu.

Warung Soto Tradisional

Di berbagai daerah Indonesia, warung soto legendaris tetap ramai meski tempatnya sederhana.

Ini membuktikan bahwa konsumen sebenarnya lebih menghargai rasa dan kualitas dibanding sekadar tampilan estetik.

Menariknya, Kuliner Tradisional Kini Mulai Viral Kembali

Fenomena unik saat ini adalah kuliner tradisional justru mulai mendapatkan perhatian besar di media sosial.

Banyak konten kreator kuliner mulai mengangkat:

  • jajanan pasar,
  • makanan tempo dulu,
  • warung legendaris,
  • hingga resep tradisional daerah.

Akibatnya, generasi muda mulai tertarik mencoba makanan yang sebelumnya dianggap kuno.

Hal ini menunjukkan bahwa media sosial sebenarnya tidak hanya bisa digunakan untuk makanan modern, tetapi juga mampu menghidupkan kembali kuliner tradisional.

Bisakah Kuliner Viral Bertahan Lama?

Jawabannya bisa, tetapi ada syaratnya.

Kuliner viral hanya akan bertahan jika mampu berkembang dari sekadar tren menjadi bisnis yang memiliki fondasi kuat.

Beberapa faktor penting agar kuliner viral bisa bertahan antara lain:

1. Menjaga Kualitas Produk

Setelah viral, tantangan terbesar adalah menjaga kualitas saat jumlah pelanggan meningkat.

Banyak bisnis gagal karena kualitas menurun ketika permintaan membludak.

2. Membangun Brand yang Kuat

Kuliner yang bertahan lama biasanya memiliki identitas merek yang jelas dan mudah diingat.

3. Memiliki Pelanggan Loyal

Bisnis tidak bisa hanya bergantung pada pelanggan baru.

Mereka harus mampu membuat konsumen datang kembali.

4. Terus Berinovasi

Tren memang berubah cepat, tetapi inovasi yang tepat dapat membuat bisnis tetap relevan.

Contoh Kuliner Viral yang Berhasil Bertahan

Tidak semua kuliner viral gagal. Ada juga yang berhasil berkembang menjadi bisnis besar.

Kopi Susu Kekinian

Gelombang kopi susu modern sempat menjadi tren besar di Indonesia.

Meski banyak merek tenggelam, beberapa brand mampu bertahan karena memiliki sistem bisnis yang baik dan kualitas produk stabil.

Mereka tidak hanya mengandalkan viralitas, tetapi juga memperkuat operasional, pelayanan, dan branding.

Ayam Geprek Modern

Ayam geprek sempat viral beberapa tahun lalu. Namun hingga kini banyak merek ayam geprek masih bertahan karena menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Mereka terus berinovasi dalam menu, sambal, dan layanan pesan online.

Konsumen Saat Ini Lebih Kritis

Masyarakat modern kini semakin kritis dalam memilih makanan.

Mereka tidak hanya mempertimbangkan:

  • tampilan,
  • harga,
  • dan viralitas,

tetapi juga:

  • kualitas bahan,
  • kebersihan,
  • pelayanan,
  • hingga nilai kesehatan.

Karena itu bisnis kuliner yang hanya mengandalkan sensasi akan semakin sulit bertahan dalam jangka panjang.

Pelajaran Penting bagi Pelaku Usaha Kuliner

Fenomena kuliner viral dan kuliner legendaris memberikan pelajaran penting bagi pelaku usaha.

Media sosial memang penting sebagai alat promosi, tetapi fondasi utama bisnis tetap berada pada:

  • kualitas rasa,
  • pelayanan,
  • konsistensi,
  • dan kepercayaan pelanggan.

Kuliner viral bisa menjadi pintu awal untuk dikenal masyarakat luas. Namun untuk bertahan lama, sebuah bisnis harus mampu menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan.

Di sisi lain, kuliner legendaris membuktikan bahwa kualitas yang dijaga secara konsisten mampu mengalahkan perubahan tren zaman.

Kesimpulan

Kuliner viral dari media sosial memang mampu menciptakan popularitas instan dalam waktu singkat. Namun tidak semua mampu bertahan lama karena banyak yang hanya mengandalkan sensasi dan tren sesaat.

Sebaliknya, kuliner legendaris mampu bertahan puluhan tahun karena memiliki kualitas rasa yang konsisten, identitas kuat, pelanggan loyal, serta nilai emosional yang sulit tergantikan.

Meski begitu, media sosial sebenarnya dapat menjadi peluang besar bagi semua jenis usaha kuliner, termasuk kuliner tradisional. Dengan strategi yang tepat, bisnis kuliner bisa memanfaatkan viralitas untuk memperluas pasar tanpa kehilangan kualitas dan identitasnya.

Pada akhirnya, dunia kuliner tidak hanya soal menjadi viral, tetapi tentang bagaimana menciptakan rasa, pengalaman, dan kepercayaan yang membuat pelanggan terus kembali meski tren terus berubah.


Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


Tags: bisnis kulinerGoogle DiscoverGoogle Newsindustri kuliner IndonesiaInstagram foodkuliner legendariskuliner viralmakanan kekinianmakanan tradisionalmakanan viralmedia sosialTikTok kulinertren kulinerusaha makananwarung legendaris
Berita Sebelumnya

Bumbu Dapur Wajib yang Harus Ada di Setiap Rumah Tangga, Lengkap dengan Manfaatnya Selain untuk Memasak

Berita Berikutnya

BYD Percepat Finalisasi Pabrik Mobil Listrik di Subang, Kapan Mulai Produksi?

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Kuswardi Ratman merupakan praktisi media digital dan pengelola portal berita yang aktif dalam pengembangan konten informatif, SEO berita, serta sistem newsroom berbasis WordPress. Berfokus pada penguatan kualitas publikasi digital, ia memiliki minat pada pengelolaan media online, strategi distribusi berita, dan optimalisasi konten untuk platform pencarian serta Google Discover. Dengan pengalaman di dunia publikasi digital, terus mendorong penyajian informasi yang cepat, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Berita Terkait

edit post
bumbu

Bumbu Dapur Wajib yang Harus Ada di Setiap Rumah Tangga, Lengkap dengan Manfaatnya Selain untuk Memasak

15/05/2026
edit post
Jenjang karier waiter

Jenjang Karier Seorang Waiter di Restoran: Dari Pelayan Pemula hingga Manajer Operasional

13/05/2026
edit post
15 skill

15 Skill Wajib yang Harus Dimiliki Seorang Waiter Profesional di Restoran

13/05/2026
edit post
General

Pentingnya General Cleaning pada Dapur Restoran

12/05/2026
edit post
jenjang karier

Jenjang Karier di Dapur Profesional: Dari Kitchen Helper hingga Executive Chef, Ini Tugas dan Skill yang Wajib Dimiliki

09/05/2026
edit post
5 resep

5 Resep Masakan Chinese Paling Populer di Indonesia, Lezat dan Mudah Dibuat di Rumah

07/05/2026
Berita Berikutnya
edit post
BYD Indonesia

BYD Percepat Finalisasi Pabrik Mobil Listrik di Subang, Kapan Mulai Produksi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
edit post
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
edit post
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
edit post
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
edit post
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
edit post
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
edit post
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
edit post
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
edit post
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
edit post
BYD Indonesia

BYD Percepat Finalisasi Pabrik Mobil Listrik di Subang, Kapan Mulai Produksi?

15/05/2026
edit post
kuliner viral

Mampukah Kuliner Viral dari Media Sosial Bertahan Lama? Ini Bedanya dengan Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis Puluhan Tahun

15/05/2026
edit post
bumbu

Bumbu Dapur Wajib yang Harus Ada di Setiap Rumah Tangga, Lengkap dengan Manfaatnya Selain untuk Memasak

15/05/2026
edit post
Filosofi

Filosofi Kurban di Hari Raya Idul Adha: Mengajarkan Keikhlasan dan Kepedulian

15/05/2026

BERITA TERBARU

edit post
BYD Indonesia

BYD Percepat Finalisasi Pabrik Mobil Listrik di Subang, Kapan Mulai Produksi?

15/05/2026
edit post
kuliner viral

Mampukah Kuliner Viral dari Media Sosial Bertahan Lama? Ini Bedanya dengan Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis Puluhan Tahun

15/05/2026
edit post
bumbu

Bumbu Dapur Wajib yang Harus Ada di Setiap Rumah Tangga, Lengkap dengan Manfaatnya Selain untuk Memasak

15/05/2026
edit post
Filosofi

Filosofi Kurban di Hari Raya Idul Adha: Mengajarkan Keikhlasan dan Kepedulian

15/05/2026

BERITA TERPOPULER

  • edit post
    data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service