MONUMEN Nasional atau Monas menjadi ikon Jakarta dan salah satu tempat wisata yang paling terkenal di ibu kota. Meskipun demikian, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara naik ke atap Monas yang memiliki ketinggian 115 meter. dari permukaan tanah.
Monumen yang dibangun pada tahun 1961 dan diresmikan pada 1975 ini menyimpan banyak kisah sejarah Indonesia. Pada lantai dasarnya terdapatmuseum yang menampilkan pameran perjuangan bangsa dalam memperoleh kemerdekaan. Monas juga memiliki Ruang Kemerdekaan, tempat menyimpan dokumen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan rekaman suara Bung Karno saat mengumandangkan proklamasi, serta bendera pusaka.
Namun, area atap Monas menjadi hal paling menarik dari tugu ini. Pengunjung dapat melihat kota Jakarta ke empat arah mata angin. Bila cuaca cerah, pengunjung mampu melihat Laut Jawa di sebelah utara dan Gunung Salak di sebelah selatan. Di setiap sudut area terdapat teleskop yang bisa digunakan secara gratis untuk melihat jauh ke depan.
Pemandu wisata Monas, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa saat ini pengunjung tidak lagi perlu menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran naik lift ke lantai atap. Pengelola kini menerapkan sistem antre berdasarkan sesi saat pembelian tiket. “Ada sembilan sesi dalam sehari, mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore,” ujarnya kepadaTempo, Kamis, 11 September 2025.
Sistem sesi ini, menurut Aziz, diberlakukan pada masa Gubernur Anies Baswedan. Menurutnya, hal ini mempermudah pengunjung karena tidak perlu antri berbaris seperti sebelumnya. “Satu sesi berlangsung selama satu jam dengan 200 orang. Dalam sehari totalnya mencapai 1.800 orang, namun jika di akhir pekan hingga malam ditambah 600 orang,” ujar Aziz.
Lokasi puncak Monas, 11 September 2025. Tempo/Mila Novita
1 Cara Beli Tiket
Area Monas mulai dibuka pada pukul 06.00 pagi. Banyak orang memilih lapangan Monas sebagai tempat untuk berolahraga dan mengambil foto. Namun,Tugu Monasdibuka mulai pukul 08.00 hingga 18.00 pada hari kerja serta sampai pukul 22.00 di hari libur.
Selama jam operasional, pengunjung diperbolehkan naik ke atapnya. Namun, untuk melakukan perjalanan tersebut, pengunjung harus membeli tiket dengan harga Rp 24.000 untuk orang dewasa, Rp 13.000 untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Harga tiket ini sudah mencakup akses masuk.Museum, Ruang Kemerdekaan, serta area puncak.
Tiket dapat diperoleh dengan menggunakan JakCard atau kartu yang dikeluarkan Bank DKI. Satu kartu mampu digunakan untuk beberapa tiket sekaligus. Pembelian hanya bisa dilakukan secara langsung atau offline, tidak tersedia sistem online ataubooking.
Namun bagi yang tidak memiliki JakCard, pengunjung dapat membeli kartu tersebut.langsung di lokasi Dengan uang tunai atau QRIS. Satu kartu dijual dengan harga Rp 50.000, yang sudah mencakup saldo sebesar Rp 20.000. Pengunjung dapat melakukan pengisian ulang di lokasi sesuai kebutuhan mereka.
2 Naik ke Area Puncak Monas
Setelah memperoleh tiket, pengunjung dapat memasuki lift sesuai dengan jadwal sesi yang ditentukan. Jika tidak hadir pada sesi yang telah dijadwalkan, tiket tersebut akan menjadi tidak berlaku. Lift ini hanya mampu menampung delapan orang dalam satu kali perjalanan. Lantai teratas terletak di lantai 3, sedangkan lantai 2 merupakan area cawan yang menjadi tempat Ruang Kemerdekaan.
Lantai atas Monas berbentuk ruangan setengah terbuka dengan dinding yang dilapisi marmer setinggi pinggang orang dewasa. Di bagian atasnya terdapat pagar besi sebagai pengaman. Karena bersifat setengah terbuka, angin terasa sangat kencang.
Di setiap sudut halaman terdapat teleskop yang dapat digunakan secara bergantian untuk melihat jauh. “Dulu teleskop ini menggunakan koin, tetapi sekarang gratis,” kata Aziz. Teleskop ini berusia sekitar lima tahun. “Baru digunakan dua minggu, tiba-tiba muncul wabah Covid,” ujarnya.























