Penulis: Bang Sufi
Editor : Tim mcnnews.id
CIAMIS, MCNNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai mempercepat pembaruan data penerima bantuan sosial berbasis digital untuk mencegah bansos salah sasaran yang selama ini masih menjadi persoalan di lapangan.
Komitmen itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Training of Trainers (TOT) bagi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia di Aula BKSDM Ciamis, Senin 25 Mei 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI. Dalam program itu, Ciamis menjadi salah satu daerah pelaksana penguatan sistem perlindungan sosial berbasis teknologi.
Baca juga: Pemkab Ciamis Dorong Identitas Kopi Lokal
Melalui sistem digital tersebut, pemerintah berharap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan dapat lebih cepat terdata sekaligus mengurangi potensi data ganda dan penerima tidak layak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, menegaskan persoalan akurasi data masih menjadi tantangan utama dalam penyaluran bantuan sosial. Perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang berlangsung cepat, kata dia, menuntut sistem pendataan yang adaptif dan terbarukan.
“Dinamika sosial masyarakat berubah sangat cepat. Jika pembaruan data lambat, maka potensi ketidaktepatan sasaran akan terus terjadi. Karena itu, sistem digital menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Menurut Andang, keberadaan Agen Perlinsos akan menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam memperbarui data penerima bantuan secara langsung di lapangan melalui sistem yang terintegrasi.
Ia menilai digitalisasi tidak sekadar modernisasi administrasi, melainkan langkah konkret membangun tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan dan akuntabel.
“Dengan sistem terintegrasi, proses verifikasi dan pembaruan data dapat dilakukan secara real time. Ini akan membuat penyaluran bantuan lebih efektif dan meminimalisasi kesalahan sasaran,” katanya.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial RI, Faisal, yang mengikuti kegiatan secara virtual, mengakui persoalan validitas data masih menjadi tantangan nasional dalam penyaluran bansos.
Baca juga: Bupati Ciamis Meresmikan Koperasi Desa Merah Putih
Menurutnya, tingginya ekspektasi masyarakat terhadap bantuan pemerintah harus dibarengi dengan perbaikan sistem pendataan yang presisi.
“Masih ada tantangan terkait data penerima yang belum sepenuhnya valid dan dinamis. Program ini menjadi upaya memperbaiki proses pendataan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran Agen Perlinsos sangat vital karena menjadi garda terdepan dalam memotret kondisi riil masyarakat secara langsung.
Pelaksanaan bimtek ini sekaligus menegaskan langkah Pemkab Ciamis dalam mempercepat reformasi birokrasi berbasis digital di sektor pelayanan sosial.
Pemkab Ciamis berharap sistem digital tersebut mampu menciptakan penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan, akurat, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook




















