Senin, Juni 29, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Home Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Diproyeksikan 5,2-5,7 Persen di Tahun 2026

shanny ratman Oleh shanny ratman
02/01/2026
in Ekonomi
Waktu Membaca:4 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
3
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

MCNNEWS.ID, MALANG

Perekonomian Jawa Timurdiperkirakan tetap optimis tumbuh lebih baik pada 2026, yaitu dalam kisaran 5,2-5,7%.

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menganggap hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan meningkat, stabilitas nasional yang tetap terjaga, serta didukung oleh fokus pada pengeluaran fiskal untuk sektor-sektor yang produktif dan penguatan daya beli.

Walaupun saat ini pemerintah daerah masih merasa khawatir tentang terus berlanjutnya kebijakan penghematan anggaran, tetapi hal ini dapat diatasi oleh pemerintah daerah dengan menitikberatkan pada program-program yang menjadi prioritas utama danin linedengan program nasional,” kata Joko Budi Santoso, Senin (3/11/2025).

Berita Terkait

edit post
Kisah sukses UNIQLO

Kisah Sukses UNIQLO, Dari Bisnis Keluarga hingga Menjadi Brand Fashion Bernilai Triliunan Rupiah

31/05/2026
edit post
3 provinsi

3 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia pada Triwulan I 2026

16/05/2026
edit post
Strategi marketing Yakult

Strategi Marketing Yakult: Rahasia Sukses Brand Probiotik yang Bertahan Puluhan Tahun

15/04/2026
edit post
Daftar 5 raksasa

Daftar 5 Raksasa Kurir Indonesia 2025–2026: Siapa Penguasa Pasar Logistik Nasional?

13/04/2026
ADVERTISEMENT

Menurutnya, penguatan kemampuan beli menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 60%.

Ini akan meningkatkan permintaan agregat dan selanjutnya berdampak pada peningkatan produksi di berbagai sektor usaha, dalam jangka menengah dan panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di atas 6% dengan menjadikan sektor industri pengolahan sebagai mesin pertumbuhan.

Tanpa sektor ini, mustahil Indonesia Emas tercapai, karena salah satu syarat menuju cita-cita Indonesia Emas adalah pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026, tentu saja akan dihadapi dengan beberapa tantangan, seperti ketidakpastian global yang masih tinggi akibat persaingan tarif dan konflik dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, serta kebijakan penghematan anggaran yang berkelanjutan dapat memengaruhi stagnasi pertumbuhan ekonomi daerah jika Pemerintah Daerah (Pemda) kurang inovatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

Pola penyerapan anggaran Pemda yang rendah pada semester pertama tahun anggaran berjalan, menurutnya, juga bisa menjadi tantangan yang perlu diubah, terlebih dana Transfer Ke Daerah (TKD) terpendam di perbankan.

Oleh karena itu, peningkatan investasi berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi melalui insentif fiskal, izin yang lebih terbuka, sederhana, dan cepat.

Selain itu, kendala-kendala di tingkat setempat seperti premanisme, pemungutan dana ilegal, serta Peraturan Daerah (Perda) yang tidak sesuai harus terus dikurangi.

Hal yang tidak kalah penting ialah pemanfaatan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDesa dalam meningkatkan perekonomian desa.

Jika seluruh desa berkembang, maka secara keseluruhan akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, regional, maupun nasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah daerah menjadi salah satu ujung tombak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui alat fiskal, dengan meningkatkan pola penyerapan anggaran, memprioritaskan sektor yang produktif dan berdaya saing tinggi, memperkuat kemampuan belanja masyarakat, serta terus berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga barang dan jasa, khususnya komoditas pangan.

Ia menekankan, kondisi ini akan berdampak pada inflasi yang terkendali sekitar ± 2,5%. Pengendalian inflasi ini perlu diperbaiki melalui sistem informasi produksi dan harga komoditas pangan strategis yang di-updatesecara terus-menerus sehingga pasokan tetap terjaga dan distribusi merata sehingga kestabilan harga tercapai.

Hal yang tidak kalah penting adalah keinginan kuat untuk terus berkolaborasi antar daerah dalam berbagai proyek pembangunan, kolaborasi menjadi faktor utama dalam mempercepat dan meningkatkan daya saing pembangunan di era modern.

Sementara itu, menurut Joko, kondisi ekonomi Jawa Timur pada triwulan I dan triwulan II tahun 2025 menunjukkan harapan untuk terus berkembang lebih pesat.

Hingga triwulan II/2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23% yang tidak terduga, didorong oleh pertumbuhan sektor akomodasi dan makanan minuman, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor perdagangan.

Ada lima sektor utama yang mendukung perekonomian Jawa Timur dari bidang usaha, yaitu industri pengolahan yang memberikan kontribusi sekitar 30% terhadap PDRB, perdagangan sekitar 18%, pertanian sekitar 11%, konstruksi sekitar 8%, serta penyedia akomodasi dan makanan minuman sekitar 6%.

Dari segi pengeluaran, pengeluaran rumah tangga menjadi fokus utama, dengan kontribusinya terhadap PDRB Jawa Timur mencapai sekitar 60%.

ADVERTISEMENT

“Berdasarkan hasil yang dicapai, hingga akhir tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diperkirakan akan berada di kisaran 5 hingga 5,5%,” ujar Joko yang juga menjabat sebagai Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi FEB UB.

Ketua ISEI Malang, Wildan Syafitri, juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Jatim akan sedikit meningkat pada 2026 akibat peningkatan pengeluaran.

Peningkatan pengeluaran akan meningkatkan inflasi, namun tidak terlalu signifikan karena pasokan dan harga yang ditetapkan pemerintah tidak berubah, meskipun tetap perlu dipersiapkan.

Mengenai isu kenaikan upah, hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga, tetapi jika upah tidak naik maka akan mengurangi kemampuan beli kelompok tertentu.

ADVERTISEMENT

Ia menilai, investasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perlu ditingkatkan dengan memperbaiki iklim usaha dan mengurangirent seekingyang sering menghambat proses investasi.

Industri manufaktur diperkirakan akan mengalami pertumbuhan seiring dengan tidak adanya kenaikan pajak.

“Inflasi tetap perlu dijaga melalui peningkatan mekanisme distribusi, serta menghilangkan isu yang bisa menaikkan harga seperti kenaikan gaji ASN, saya rasa TPID provinsi/daerah sudah memiliki sistem yang cukup baik, namun tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat mengurangi pasokan,” kata Wildan yang juga seorang ekonom dan dosen FEB UB.

Tags: beritabisnisekonomiEkonomi Globalpolitik
Berita Sebelumnya

Mengapa Lagu Lama Selalu Membawa Makna Emosional yang Mendalam?

Berita Berikutnya

12 Tempat Makan Malam Murah dan Populer di Tegal: Warung Legendaris, Jajanan Viral, hingga Cafe Kekinian

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Kuswardi Ratman merupakan praktisi media digital dan pengelola portal berita yang aktif dalam pengembangan konten informatif, SEO berita, serta sistem newsroom berbasis WordPress. Berfokus pada penguatan kualitas publikasi digital, ia memiliki minat pada pengelolaan media online, strategi distribusi berita, dan optimalisasi konten untuk platform pencarian serta Google Discover. Dengan pengalaman di dunia publikasi digital, terus mendorong penyajian informasi yang cepat, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Berita Terkait

edit post
Kisah sukses UNIQLO

Kisah Sukses UNIQLO, Dari Bisnis Keluarga hingga Menjadi Brand Fashion Bernilai Triliunan Rupiah

31/05/2026
edit post
3 provinsi

3 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia pada Triwulan I 2026

16/05/2026
edit post
Strategi marketing Yakult

Strategi Marketing Yakult: Rahasia Sukses Brand Probiotik yang Bertahan Puluhan Tahun

15/04/2026
edit post
Daftar 5 raksasa

Daftar 5 Raksasa Kurir Indonesia 2025–2026: Siapa Penguasa Pasar Logistik Nasional?

13/04/2026
edit post
Daftar lengkap

Dikira Brand Luar Negeri! Ini Deretan Merek Ternama yang Ternyata Asli Indonesia dan Kepanjangan Namanya Bikin Kaget

13/04/2026
edit post
Jaringan bisnis rumah makan Padang

Jaringan Bisnis Rumah Makan Padang di Indonesia: Mengungkap 3 Kelompok Besar yang Menguasai Kuliner Nusantara

08/04/2026
Berita Berikutnya
edit post
12 Tempat Makan Malam Murah dan Populer di Tegal: Warung Legendaris, Jajanan Viral, hingga Cafe Kekinian

12 Tempat Makan Malam Murah dan Populer di Tegal: Warung Legendaris, Jajanan Viral, hingga Cafe Kekinian

edit post
Daftar Perusahaan PHK 2025, Mulai dari Amazon hingga Adidas

Daftar Perusahaan PHK 2025, Mulai dari Amazon hingga Adidas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Ciamis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Pariwisata
  • Sejarah & Budaya
  • Teknologi
  • Tokoh & opini

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service