Penulis: Tim MCNNEWS.ID
Ambisi Besar Mesir Kembali Mengguncang Panggung Dunia
Timnas Mesir datang ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan semangat baru, kepercayaan diri tinggi, dan harapan besar dari jutaan pendukungnya. Setelah absen pada edisi 2022 di Qatar, The Pharaohs berhasil kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia dan membawa ambisi untuk mencatatkan sejarah yang belum pernah mereka raih sebelumnya: memenangkan pertandingan dan lolos dari fase grup Piala Dunia.
Berbeda dengan beberapa edisi sebelumnya, Mesir kali ini tampil dengan kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi baru yang sedang berkembang. Sosok utama yang tetap menjadi pusat perhatian tentu saja adalah Mohamed Salah. Sang kapten bukan hanya ikon sepak bola Mesir, tetapi juga simbol harapan bangsa yang ingin melihat negaranya melangkah lebih jauh di turnamen terbesar dunia.
Selain Salah, Mesir juga diperkuat oleh pemain-pemain berkualitas seperti Omar Marmoush, Mahmoud Hassan Trezeguet, dan Mohamed Abdelmonem yang menjadi fondasi kekuatan tim asuhan Hossam Hassan.
Baca juga: Profil Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA 2026
Dengan tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru, Mesir memiliki peluang realistis untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
Sejarah Timnas Mesir
Timnas Mesir merupakan salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika. Julukan The Pharaohs tidak hanya mencerminkan warisan peradaban kuno yang mendunia, tetapi juga menggambarkan status mereka sebagai salah satu negara paling berpengaruh di sepak bola benua Afrika.
Sejak berdirinya Federasi Sepak Bola Mesir pada 1921, tim nasional ini telah menjadi simbol kebanggaan nasional yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui olahraga.
Prestasi terbesar Mesir di level kontinental terlihat dari keberhasilan mereka menjuarai Piala Afrika (Africa Cup of Nations/AFCON) sebanyak tujuh kali, sebuah rekor yang masih menjadikan mereka negara tersukses dalam sejarah turnamen tersebut.
Gelar-gelar itu diraih pada tahun 1957, 1959, 1986, 1998, 2006, 2008, dan 2010. Dominasi tersebut menunjukkan konsistensi Mesir dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas dan membangun tradisi sepak bola yang kuat selama beberapa generasi.
Di balik kesuksesan itu, perjalanan Mesir juga diwarnai rivalitas sengit dengan sejumlah negara Afrika Utara, terutama Aljazair dan Maroko. Pertemuan melawan kedua negara tersebut hampir selalu berlangsung dalam atmosfer penuh tensi, baik di level kualifikasi maupun turnamen besar.
Rivalitas dengan Aljazair bahkan pernah menjadi sorotan dunia ketika kedua tim bersaing ketat memperebutkan tiket Piala Dunia 2010. Sementara itu, duel melawan Maroko sering dianggap sebagai pertarungan gengsi antara dua kekuatan besar sepak bola Arab-Afrika yang sama-sama memiliki sejarah panjang dan basis suporter fanatik.
Salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Mesir terjadi pada era kepelatihan Hassan Shehata. Mantan pemain tim nasional tersebut sukses membangun generasi emas yang mendominasi Afrika pada pertengahan hingga akhir 2000-an. Di bawah arahannya, Mesir mencatat prestasi luar biasa dengan meraih tiga gelar AFCON secara beruntun pada 2006, 2008, dan 2010.
Pencapaian tersebut masih menjadi salah satu rekor terbaik yang pernah ditorehkan sebuah tim nasional di Benua Afrika. Meski gagal menembus Piala Dunia pada periode tersebut, banyak pengamat menilai era Hassan Shehata sebagai masa keemasan sepak bola Mesir modern karena kualitas permainan dan konsistensi prestasi yang mereka tunjukkan.
Lebih dari sekadar olahraga, sepak bola memiliki tempat yang sangat istimewa dalam kehidupan masyarakat Mesir. Di kota-kota besar seperti Kairo dan Alexandria hingga daerah-daerah pedesaan di sepanjang Sungai Nil, sepak bola menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat.
Pertandingan tim nasional selalu mampu menarik perhatian jutaan pendukung, sementara rivalitas klub-klub besar seperti Al Ahly dan Zamalek turut membentuk budaya sepak bola yang hidup sepanjang tahun. Karena itulah setiap kali The Pharaohs tampil di turnamen internasional, dukungan yang mengalir tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari komunitas diaspora Mesir di berbagai belahan dunia.
Dengan sejarah panjang, tradisi juara, dan dukungan fanatik dari rakyatnya, Timnas Mesir memasuki Piala Dunia FIFA 2026 dengan membawa warisan besar yang telah dibangun selama puluhan tahun. Kini, generasi yang dipimpin Mohamed Salah berusaha menambahkan babak baru dalam sejarah tersebut dengan mengejar prestasi yang belum pernah berhasil diraih para pendahulunya di panggung Piala Dunia.
Karena itulah Piala Dunia 2026 dianggap sebagai kesempatan emas untuk membuka babak baru dalam sejarah sepak bola Mesir.
Pengalaman Mesir di Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keempat Mesir sepanjang sejarah turnamen. Sebelumnya mereka tampil pada edisi:
- Italia 1934
- Italia 1990
- Rusia 2018
- Amerika Serikat, Kanada, Meksiko 2026
Mesir tercatat sebagai negara Afrika pertama yang tampil di Piala Dunia ketika berpartisipasi pada edisi 1934. Namun sejak saat itu perjalanan mereka sangat tidak konsisten sehingga harus menunggu puluhan tahun untuk kembali tampil di turnamen tersebut.
Pada Piala Dunia 1990, Mesir menunjukkan organisasi permainan yang solid tetapi gagal lolos dari fase grup. Sementara pada Piala Dunia 2018, mereka datang dengan ekspektasi tinggi berkat kehadiran Mohamed Salah.
Sayangnya cedera yang dialami Salah menjelang turnamen membuat Mesir gagal meraih hasil maksimal dan tersingkir di fase grup setelah kalah dari Uruguay, Rusia, dan Arab Saudi.
Fakta menariknya, hingga menjelang Piala Dunia 2026, Mesir masih belum pernah memenangkan satu pertandingan pun di putaran final Piala Dunia. Karena itulah target pertama mereka kali ini adalah memecahkan rekor tersebut.
Perjalanan Mesir Menuju Piala Dunia FIFA 2026
Mesir tampil sangat dominan sepanjang Kualifikasi Zona Afrika.
The Pharaohs keluar sebagai juara Grup A setelah mengumpulkan delapan kemenangan dan dua hasil imbang dari sepuluh pertandingan. Mereka mengungguli Burkina Faso, Sierra Leone, Guinea-Bissau, Ethiopia, dan Djibouti untuk memastikan tiket langsung ke Amerika Utara.
Keberhasilan tersebut menunjukkan perubahan besar sejak Hossam Hassan mengambil alih kursi pelatih. Di bawah kepemimpinannya, Mesir tampil lebih agresif ketika menyerang namun tetap disiplin saat bertahan.
Baca juga: Profil Timnas Haiti di Piala Dunia FIFA 2026
Selain memiliki produktivitas gol yang baik, Mesir juga menunjukkan pertahanan yang sangat solid sepanjang babak kualifikasi. Faktor inilah yang membuat banyak pengamat menilai mereka sebagai salah satu wakil Afrika yang berpotensi menciptakan kejutan pada Piala Dunia 2026.
Daftar Pelatih Timnas Mesir dari Masa ke Masa
Dalam sejarah modern, Mesir pernah ditangani sejumlah pelatih terkenal.
Periode Pelatih
- 2004–2011: Hassan Shehata
- 2011–2013: Bob Bradley
- 2015–2018: Héctor Cúper
- 2018–2019: Javier Aguirre
- 2019–2022: Hossam El Badry
- 2022–2024: Rui Vitória
- 2024–Sekarang: Hossam Hassan
Di antara nama-nama tersebut, Hassan Shehata menjadi sosok paling sukses karena berhasil mempersembahkan tiga gelar AFCON beruntun. Sementara Hossam Hassan kini berusaha mengikuti jejak kesuksesan tersebut dengan membawa Mesir meraih pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2026.
Nama Hossam Hassan memiliki tempat khusus dalam sejarah sepak bola Mesir. Sebelum menjadi pelatih, ia merupakan legenda hidup yang pernah membawa Mesir tampil di Piala Dunia 1990 sebagai pemain. Kini ia berupaya mengantar negaranya menciptakan sejarah baru dari pinggir lapangan.

Daftar Skuad Timnas Mesir Piala Dunia FIFA 2026
Berdasarkan daftar resmi yang diumumkan federasi dan FIFA, berikut pemain-pemain utama Mesir untuk Piala Dunia 2026.
Kiper
- Mohamed El Shenawy
- Mostafa Shobeir
- El Mahdy Soliman
- Mohamed Alaa
Bek
- Mohamed Hany
- Ahmed Fatouh
- Karim Hafez
- Mohamed Abdelmonem
- Ramy Rabia
- Yasser Ibrahim
- Hossam Abdelmaguid
- Tarek Alaa
Gelandang
- Emam Ashour
- Marwan Attia
- Mohanad Lasheen
- Mahmoud Saber
- Hamdy Fathy
- Zizo
- Ibrahim Adel
- Haissem Hassan
Penyerang
- Mohamed Salah
- Omar Marmoush
- Mahmoud Hassan Trezeguet
- Mostafa Ziko
- Hamza Abdelkarim
- Aktay Abdallah
Skuad ini menunjukkan keseimbangan antara pemain lokal dari Liga Mesir dan pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa.
Pemain Kunci Timnas Mesir
Mohamed Salah

Tidak ada nama yang lebih penting dibanding Mohamed Salah.
Legenda hidup Mesir tersebut masih menjadi pemain paling berpengaruh di dalam skuad. Kemampuan mencetak gol, pengalaman internasional, dan kualitas kepemimpinannya membuat Salah menjadi pusat permainan Mesir. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Mesir sepanjang perjalanan kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.
Omar Marmoush
Penyerang Manchester City ini diprediksi menjadi pendamping utama Salah.
Marmoush memiliki kecepatan tinggi, kemampuan eksplosif dalam transisi serangan, serta insting mencetak gol yang terus berkembang. Kombinasi Salah dan Marmoush dianggap sebagai salah satu duet penyerang terbaik yang dimiliki wakil Afrika di turnamen ini.
Mohamed Abdelmonem
Bek tengah yang bermain di Eropa ini menjadi pemimpin lini pertahanan Mesir. Kemampuannya membaca permainan dan duel udara sangat penting untuk menghadapi lawan-lawan kuat di Grup G.
Mohamed El Shenawy
Pengalaman sang penjaga gawang akan sangat dibutuhkan dalam pertandingan-pertandingan penting. El Shenawy telah menjadi salah satu pemain paling konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Prediksi Formasi Utama Mesir
Hossam Hassan diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan serangan balik cepat.
Prediksi Starting XI
- Kiper: El Shenawy
- Bek: Mohamed Hany – Abdelmonem – Rabia – Fatouh
- Gelandang: Hamdy Fathy – Marwan Attia
- Gelandang serang: Trezeguet – Zizo – Salah
- Penyerang: Marmoush
Formasi tersebut memungkinkan Mesir bertahan rapat dan memaksimalkan kecepatan Salah serta Marmoush ketika melakukan transisi menyerang.
Mohamed Salah dan Kesempatan Terakhir Menorehkan Sejarah
Piala Dunia FIFA 2026 berpotensi menjadi momen paling emosional dalam perjalanan karier Mohamed Salah bersama Timnas Mesir. Saat turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Salah akan berusia 34 tahun, usia yang bagi banyak pemain sudah mendekati penghujung karier internasional.
Karena itu, banyak pihak meyakini bahwa edisi 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir sang kapten tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Selama lebih dari satu dekade, Salah telah menjelma menjadi ikon sepak bola Mesir. Ia bukan hanya pencetak gol andalan, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola negaranya di level internasional.
Berkat prestasi gemilang bersama klub-klub Eropa dan kontribusinya untuk tim nasional, nama Salah kini sejajar dengan legenda-legenda terbesar yang pernah dimiliki Mesir.
Meski telah mengoleksi berbagai penghargaan individu dan trofi bergengsi di level klub, masih ada satu mimpi besar yang belum berhasil diwujudkannya bersama The Pharaohs.
Hingga saat ini, Mesir belum pernah meraih kemenangan di putaran final Piala Dunia. Fakta tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Salah yang ingin mengakhiri penantian panjang negaranya di ajang paling prestisius tersebut.
Lebih dari sekadar mengejar hasil pertandingan, Salah juga membawa misi untuk meninggalkan warisan yang lebih besar bagi generasi berikutnya. Ia ingin membuktikan bahwa Mesir mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia dan membuka jalan bagi para pemain muda untuk bermimpi lebih tinggi.
Jika berhasil membawa Mesir meraih kemenangan pertama atau bahkan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah, maka Piala Dunia 2026 akan menjadi babak penutup yang sempurna bagi perjalanan internasional salah satu pesepak bola terbesar yang pernah dimiliki Afrika.
Jadwal Pertandingan Mesir di Fase Grup Piala Dunia 2026
Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru.
Matchday 1
Belgia vs Mesir
15 Juni 2026
Seattle Stadium
Belgia datang sebagai unggulan grup berbekal pengalaman, kedalaman skuad, serta deretan pemain bintang seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois. Sementara itu, Mesir mengandalkan kepemimpinan Mohamed Salah serta semangat tinggi untuk menciptakan kejutan sejak laga pembuka. Bagi The Pharaohs, meraih poin dari Belgia akan menjadi modal penting dalam upaya mengejar tiket ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Sebaliknya, kemenangan akan semakin mengukuhkan status Belgia sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Grup G.
Matchday 2
Selandia Baru vs Mesir
21 Juni 2026
BC Place, Vancouver
Di atas kertas, Mesir lebih diunggulkan berkat kualitas individu yang dimiliki, terutama kehadiran Mohamed Salah sebagai motor serangan. Namun, Selandia Baru dikenal sebagai tim yang disiplin dan sulit ditaklukkan, sehingga The Pharaohs tidak boleh meremehkan lawannya. Jika berhasil meraih tiga poin, Mesir akan membuka peluang besar untuk mencatat sejarah dengan lolos dari fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Matchday 3
Mesir vs Iran
26 Juni 2026
Seattle Stadium
Mesir akan bertumpu pada kreativitas Mohamed Salah dan ketajaman Omar Marmoush, sementara Iran mengandalkan pengalaman Mehdi Taremi serta organisasi permainan yang disiplin. Karena kedua negara sama-sama belum pernah melampaui fase grup dalam sejarah Piala Dunia, pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dengan tensi tinggi. Jika mampu meraih kemenangan, The Pharaohs berpeluang mencatat pencapaian bersejarah dengan membuka jalan menuju fase gugur untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.
Pertandingan melawan Belgia diprediksi menjadi laga tersulit sekaligus penentu arah perjalanan Mesir di fase grup. Di atas kertas, Belgia masih dianggap sebagai lawan terkuat yang akan dihadapi Mesir di Grup G.
Peluang Lolos dari Fase Grup
Sejumlah pengamat menempatkan Mesir sebagai pesaing utama Iran dalam perebutan posisi kedua Grup G. Dengan kualitas yang dimiliki Salah dan Marmoush, peluang The Pharaohs untuk lolos ke babak gugur dinilai cukup terbuka apabila mampu memaksimalkan laga melawan Selandia Baru dan Iran.
Faktor Pendukung Mesir
1. Kehadiran Mohamed Salah
Keberadaan Salah memberikan perbedaan besar dibanding sebagian besar negara Afrika lainnya.
2. Duet Salah dan Marmoush
Banyak pengamat menilai kombinasi keduanya mampu menjadi ancaman bagi siapa pun di Grup G.
3. Kualifikasi yang Meyakinkan
Mesir lolos dengan catatan impresif dan menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang perjalanan menuju Piala Dunia.
Faktor Penghambat
1. Minim Pengalaman Piala Dunia
Sebagian besar pemain belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
2. Ketergantungan pada Salah
Jika Salah mengalami cedera atau tidak tampil maksimal, produktivitas serangan Mesir bisa menurun drastis.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki serta hasil kualifikasi yang meyakinkan, Mesir layak dianggap sebagai pesaing utama Iran dalam perebutan tiket ke fase gugur.
Harapan Besar Publik Mesir
Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhir Mohamed Salah di panggung dunia. Karena itulah ekspektasi masyarakat Mesir sangat tinggi.
Publik tidak hanya berharap tim nasional mampu meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia, tetapi juga ingin melihat Mesir untuk pertama kalinya menembus fase gugur.
Keberhasilan mencapai babak 32 besar akan menjadi pencapaian monumental bagi sepak bola Mesir. Selain itu, hasil positif juga akan memperkuat posisi Mesir sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika dan Timur Tengah.
Baca juga: Profil Timnas Prancis di Piala Dunia FIFA 2026
Di tengah tekanan tersebut, Hossam Hassan terus menekankan pentingnya fokus pada setiap pertandingan. Target utama mereka adalah mengalahkan Selandia Baru dan meraih hasil positif melawan Iran sebelum mencoba mencuri poin dari Belgia.
Penutup
Timnas Mesir memasuki Piala Dunia FIFA 2026 dengan optimisme tinggi. Berbekal pengalaman Mohamed Salah, ketajaman Omar Marmoush, serta organisasi permainan yang semakin matang di bawah Hossam Hassan, The Pharaohs memiliki peluang nyata untuk menciptakan sejarah.
Meski Belgia masih menjadi unggulan utama Grup G, Mesir mempunyai kualitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan tiket fase gugur. Jika mampu memanfaatkan momentum dan tampil konsisten, bukan tidak mungkin Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang mengubah sejarah sepak bola Mesir selamanya.
Bagi Mohamed Salah dan rekan-rekannya, Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang kompetisi. Turnamen ini menjadi kesempatan untuk menghapus berbagai catatan yang selama puluhan tahun membayangi sepak bola Mesir di panggung dunia. Jika mampu memanfaatkan peluang yang ada, The Pharaohs berpeluang menulis salah satu kisah terbesar dalam sejarah olahraga negara mereka.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook


















