Penulis: Bang Sufi
Editor: Tim mcnnews.id
CIAMIS, MCNNEWS.ID – Momentum 10 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Padepokan Uyut Yadi Bahar Ciamis untuk menebarkan kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum janda. Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin tersebut berlangsung di Aula Pengobatan Uyut Yadi Bahar, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Kamis (26/6/2026), dengan diikuti ratusan penerima manfaat serta dihadiri para relawan dan keluarga besar padepokan.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa sejak acara dimulai. Para anak yatim dan kaum janda tampak hadir dengan wajah penuh harap untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya menerima santunan, mereka juga mendapatkan perhatian, doa bersama, dan kesempatan bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Padepokan Uyut Yadi Bahar.
Kegiatan berbagi tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan tanggal 10 Muharram, hari yang memiliki keistimewaan dalam tradisi Islam. Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan mulia yang menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Santunan Rutin yang Terus Dipertahankan
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 100 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan kaum janda menerima bantuan secara langsung. Penyerahan santunan dilakukan satu per satu dengan penuh kehangatan sehingga menciptakan suasana yang akrab antara pemberi dan penerima.
Program santunan tersebut bukanlah kegiatan insidental. Padepokan Uyut Yadi Bahar telah menjadikannya sebagai agenda sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Konsistensi tersebut menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti anak yatim dan kaum janda.
Setiap pelaksanaan santunan, pihak padepokan selalu berupaya menghadirkan suasana yang sederhana namun penuh makna. Tujuannya bukan semata-mata memberikan bantuan materi, melainkan juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, serta semangat kepada para penerima agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Wujud Rasa Syukur kepada Allah SWT
Pimpinan Padepokan Uyut Yadi Bahar, Uyut Yadi Bahar, mengatakan bahwa kegiatan santunan merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan santunan ini merupakan ungkapan rasa syukur kami sekaligus bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan kaum janda. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagi kepada sesama, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa, merupakan ajaran yang harus terus dijaga. Karena itu, Padepokan Uyut Yadi Bahar berkomitmen mempertahankan kegiatan santunan sebagai program berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan memiliki nilai besar apabila dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas. Oleh sebab itu, pihaknya terus mengajak seluruh keluarga besar padepokan untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mempererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Selain bertujuan membantu meringankan kebutuhan ekonomi para penerima, kegiatan santunan juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Padepokan Uyut Yadi Bahar dengan masyarakat sekitar.
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, komunikasi yang hangat terjalin antara pengurus, relawan, para donatur, dan warga yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi wadah memperkuat rasa persaudaraan serta membangun kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.
Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi salah satu nilai penting yang terus dijaga. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan semakin besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
Tidak sedikit masyarakat yang turut membantu kelancaran acara, mulai dari persiapan tempat, pendataan penerima manfaat, hingga proses penyaluran santunan. Kolaborasi tersebut membuat kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.
Muharram Menjadi Momentum Berbagi
Bulan Muharram selama ini dikenal sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan amal kebajikan. Banyak umat Islam memanfaatkan bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut untuk memperbanyak sedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, hingga mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Padepokan Uyut Yadi Bahar memandang momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan santunan, diharapkan semakin banyak orang yang terdorong untuk berbagi rezeki sesuai kemampuan masing-masing.
Semangat berbagi tidak harus diwujudkan dalam jumlah yang besar. Kepedulian, perhatian, serta kehadiran untuk memberikan dukungan moral kepada mereka yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dari nilai kemanusiaan yang patut dipelihara.
Kehangatan Warnai Penyerahan Santunan

Suasana haru tampak menyelimuti jalannya kegiatan ketika satu per satu anak yatim dan kaum janda menerima bantuan. Raut wajah bahagia terlihat jelas dari para penerima yang menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
Bagi sebagian penerima, santunan tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat karena mereka merasakan adanya kepedulian dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, para relawan dan donatur juga mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Mereka berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Kebersamaan yang terjalin sepanjang kegiatan mencerminkan bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Ciamis. Hal tersebut menjadi modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan saling mendukung.
Berkomitmen Melanjutkan Program Sosial
Ke depan, Padepokan Uyut Yadi Bahar menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program santunan yang telah berlangsung secara rutin akan tetap dipertahankan dan diupayakan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Selain santunan, pihak padepokan juga membuka ruang kolaborasi dengan para dermawan, relawan, maupun masyarakat yang ingin berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Melalui langkah tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menumbuhkan budaya berbagi, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Momentum 10 Muharram pun menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan, nilai-nilai kemanusiaan akan terus hidup dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook






