Selasa, Juni 30, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Home Sejarah & Budaya

Perayaan Tahun Baru Sudah Ada Sejak 200 SM di Mesopotamia

shanny ratman Oleh shanny ratman
06/02/2026
in Sejarah & Budaya
Waktu Membaca:4 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
3
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Perayaan Tahun Baru telah dilakukan oleh masyarakat peradaban Mesopotamia sejak abad ke-20 SM. Masuknya tradisi ini ke Indonesia tentu saja disebabkan oleh penjajahan.

—

MCNNEWS.ID hadir di channel WhatsApp, ikuti dan peroleh berita terkini kami di sini

—

Berita Terkait

edit post
tanaman jarak

Di Balik Tanaman Jarak, Ada Kisah Kelam Pendudukan Jepang di Jawa

18/05/2026
edit post
kain Kiswah

Mengenal Kain Kiswah Penutup Ka’bah: Sejarah, Makna, Proses Pembuatan hingga Fakta Menariknya

08/05/2026
edit post
Binokasih

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

02/05/2026
edit post
Sejarah Yakult

Sejarah Yakult: Dari Penemuan Ilmiah hingga Menjadi Minuman Probiotik Mendunia

15/04/2026

MCNNEWS.ID

Pernahkah kita memikirkan asal usul perayaan Tahun Baru? Bangsa apa yang pertama kali merayakannya?

Secara umum, tidak ada peristiwa alam yang khusus terjadi pada tanggal 1 Januari. Pada waktu itu, matahari tidak berada di posisi tertentu yang berlaku bagi seluruh penduduk bumi, dan musim juga berbeda-beda di setiap belahan dunia.

Dari sana akhirnya disimpulkan bahwa penentuan 1 Januari sebagai awal tahun sesungguhnya bukan berasal dari hukum alam. Namun, seperti yang dikutip dari Kompas.com, merupakan hasil dari politik, agama, dan perbaikan matematika selama ribuan tahun.

Awalnya, perayaan tahun baru dilaksanakan pada tanggal yang berbeda-beda. Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa perayaan tahun baru merupakan tradisi yang sangat lama, yang tidak selalu sesuai dengan kalender yang digunakan saat ini.

Seperti yang dilaporkan oleh Britannica, catatan terdini mengenai perayaan tahun baru berasal dari sekitar 2000 SM di Mesopotamia. Pada masa itu, Babilonia merayakan Akitu pada bulan baru setelah ekuinoks musim semi (sekitar awal musim semi), sedangkan Assyria memperingati tahun baru dekat ekuinoks musim gugur.

Selain masyarakat Babilonia dan Assyria, bangsa-bangsa purba lainnya juga memiliki perayaan tahun baru yang berbeda-beda.

Misalnya, penduduk Mesir dan Fenisia merayakan tahun baru dengan menghubungkan awal tahun dengan ekuinoks musim gugur. Sementara masyarakat Persia kuno memulainya pada ekuinoks musim semi.

Perbedaan ini terjadi karena setiap wilayah menggunakan kalender yang berbeda. Beberapa menggunakan kalender matahari, bulan, atau kombinasi keduanya. Sistem kalender yang beragam ini menyebabkan perayaan awal tahun tidak dilakukan secara bersamaan di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

Peran Julius Caesar

Kaisar Romawi Kuno yang paling terkenal, Julius Caesar, menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Sebelumnya, masyarakat Romawi Kuno merayakan pergantian tahun pada 1 Maret.

Dulunya, kalender Romawi kuno hanya terdiri dari 10 bulan yang dimulai dari Maret hingga Desember. Hal ini menjelaskan mengapa bulan September (berasal dari kata septem yang berarti tujuh) dan Desember (berasal dari kata decem yang berarti sepuluh) sekarang berada di urutan ke-9 dan ke-12.

Raja Romawi yang kedua, Numa Pompilius, kemudian menambahkan bulan Januari (Ianuarius) dan Februari (Februarius) agar kalender lengkap sesuai dengan siklus bulan. Namun, penentuan 1 Januari sebagai awal tahun secara resmi baru terjadi ratusan tahun setelahnya.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 46 SM, Julius Caesar melakukan perubahan besar yang kemudian dikenal sebagai kalender Julian. Dalam sistem kalender ini, Caesar mengubah kalender Romawi yang sebelumnya sering tidak sesuai dengan musim.

Ia kemudian menetapkan sistem yang menghitung tahun sebagai 365 hari lebih tiga perempat serta menambahkan satu hari tambahan secara berkala. Kalender ini selanjutnya menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun.

Pemilihan bulan Januari sebagai awal tahun dilakukan karena Janus, dewa yang menjadi inspirasi bagi bulan ini, digambarkan memiliki dua wajah yang menghadap ke masa lalu dan masa depan. Makna filosofis ini kemudian dianggap sangat sesuai untuk memperingati dimulainya sebuah periode baru.

Berdasarkan informasi dari History.com, pada tahun 45 SM, perayaan Tahun Baru pertama kali diadakan pada 1 Januari ketika kalender Julian mulai digunakan. Seiring dengan penyebaran pengaruh Kekaisaran Romawi, penggunaan kalender Julian juga semakin meluas.

Pada abad kelima, Kekaisaran Romawi berakhir. Bersamaan dengan itu, pengaruh agama Kristen semakin meningkat di Eropa yang memasuki Masa Abad Pertengahan. Pada masa itu, penggunaan 1 Januari sebagai awal tahun pernah dihentikan.

Para pemimpin gereja pada masa Abad Pertengah memandang perayaan 1 Januari terlalu penuh dengan nuansapagan (penyembahan berhala). Mengutip On This Dayselama masa ini, banyak negara Eropa beralih merayakan tahun baru pada tanggal-tanggal yang memiliki makna keagamaan, seperti 25 Maret (Hari Raya Kabar Sukacita) atau 25 Desember (Natal).

Pada masa itu, Eropa selama ratusan tahun tidak memiliki keseragaman dalam menentukan kapan tahun baru dimulai. Kekacauan dalam administrasi yang disebabkan oleh perbedaan tanggal tahun baru berakhir ketika Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian pada tahun 1582.

ADVERTISEMENT

Masalah utama dalam Kalender Julian terletak pada perhitungan tahun surya yang sedikit tidak akurat, sehingga menyebabkan kalender “ketinggalan” sekitar 10 hari pada abad ke-16. Untuk mengatasi hal ini, Paus Gregorius XIII tidak hanya menghapus hari yang berlebihan, tetapi juga menetapkan kembali 1 Januari sebagai awal tahun secara universal bagi negara-negara Katolik.

Meskipun kalender Gregorian diperkenalkan pada tahun 1582, penerimaannya tidak segera merata. Italia, Prancis, dan Spanyol merupakan negara-negara yang lebih dulu menerima sistem kalender yang baru ini.

Ternyata negara-negara yang beragama Protestan dan Ortodoks pada awalnya menolak perubahan tersebut. Inggris dan koloninya (termasuk Amerika Serikat) baru mulai merayakan tahun baru pada 1 Januari pada tahun 1752 setelah diberlakukannya Undang-Undang Kalender (New Style) di akhir tahun 1750-an.

Akhirnya, karena kalender Gregorian digunakan secara luas sebagai kalender sipil, 1 Januari menjadi titik awal tahun yang ditetapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penerimaan 1 Januari sebagai awal tahun baru di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sejarah kolonial. Sebagai negara yang pernah dikuasai oleh bangsa Eropa, khususnya Belanda, Indonesia menerapkan Kalender Gregorian yang telah menjadi standar global dalam hal administrasi dan kehidupan sipil.

Namun demikian, masyarakat Indonesia yang beragam tetap mempertahankan kalender yang berbasis budaya dan agama lainnya, seperti Tahun Baru Hijriah bagi umat Islam atau Tahun Baru Saka bagi umat Hindu di Bali, yang masing-masing memiliki sistem perhitungan astronomi tersendiri.

Lanjut Membaca
Tags: Acara dan FestivalberitabudayaIndonesiatradisi
Berita Sebelumnya

Ibu Nunuk, Peracik Rasa di Balik Kelezatan Legendaris Indomie

Berita Berikutnya

Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand Up Comedy Mens Rea

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Kuswardi Ratman merupakan praktisi media digital dan pengelola portal berita yang aktif dalam pengembangan konten informatif, SEO berita, serta sistem newsroom berbasis WordPress. Berfokus pada penguatan kualitas publikasi digital, ia memiliki minat pada pengelolaan media online, strategi distribusi berita, dan optimalisasi konten untuk platform pencarian serta Google Discover. Dengan pengalaman di dunia publikasi digital, terus mendorong penyajian informasi yang cepat, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Berita Terkait

edit post
tanaman jarak

Di Balik Tanaman Jarak, Ada Kisah Kelam Pendudukan Jepang di Jawa

18/05/2026
edit post
kain Kiswah

Mengenal Kain Kiswah Penutup Ka’bah: Sejarah, Makna, Proses Pembuatan hingga Fakta Menariknya

08/05/2026
edit post
Binokasih

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

02/05/2026
edit post
Sejarah Yakult

Sejarah Yakult: Dari Penemuan Ilmiah hingga Menjadi Minuman Probiotik Mendunia

15/04/2026
edit post
perayaan Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh di Kampung Kerukunan Berlangsung Semarak dan Meriah

04/03/2026
edit post
tradisi yee sang

Mengenal Tradisi Yee Sang saat Imlek, Simbol Kelimpahan dan Kebersamaan Keluarga Tionghoa

17/02/2026
Berita Berikutnya
edit post
Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand Up Comedy Mens Rea

Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand Up Comedy Mens Rea

edit post
Bangun Soliditas Internal dan Kepedulian Lingkungan, Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Olahraga Bersama dan Aksi Bersih Situ Gede

Bangun Soliditas Internal dan Kepedulian Lingkungan, Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Olahraga Bersama dan Aksi Bersih Situ Gede

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Login
  • Kirim Tulisan
  • Profil Penulis
  • Disclaimer
  • Sitemap

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Olah Raga
    • Piala Dunia FIFA 2026
  • Ciamis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Pariwisata
  • Sejarah & Budaya
  • Teknologi
  • Tokoh & opini

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

ADVERTISEMENT