Penulis: Bang Sufi
Editor: Tim mcnnews.id
CIAMIS, MCNNEWS.ID – Di tengah suasana menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, seorang bayi berusia satu bulan bersama balita dua tahun di Kabupaten Ciamis terpaksa tinggal di rumah nyaris roboh di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis.
Kondisi memprihatinkan itu mengundang kepedulian H. Wahyu, pemilik usaha Durian Kujang, yang turun langsung memberikan bantuan sembako dalam kegiatan Jumat Berkah, Jumat (29/5/2026). Aksi sosial tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan di tengah perayaan Iduladha.
Rumah milik Tuti, warga penerima bantuan, tampak rusak berat di hampir seluruh bagian bangunan. Atap rumah terlihat rapuh, sebagian dinding mulai lapuk, sementara area dapur hingga kamar tidur sudah jauh dari kata layak huni. Ironisnya, situasi itu harus dihadapi Tuti bersama bayi yang baru dilahirkannya.
Penghasilan suami Tuti yang hanya cukup memenuhi kebutuhan makan sehari-hari membuat keluarga tersebut belum mampu memperbaiki rumah mereka. Keadaan itu dinilai menjadi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah daerah dan lembaga sosial.
Baca juga: Longsor di Sukahaji Cihaurbeuti Ciamis Dua Rumah Terancam
H. Wahyu mengatakan, esensi ibadah kurban tidak hanya sebatas menyembelih hewan dan membagikan daging kepada masyarakat. Menurutnya, nilai utama kurban adalah menghadirkan kepedulian nyata terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan hidup.
“Kalau semua fokus membagikan daging kurban, masyarakat tetap membutuhkan kebutuhan pokok lain seperti beras, gula, garam, hingga susu bayi. Kurban sejatinya tentang mendekatkan diri kepada Allah melalui kepedulian terhadap sesama,” ujar H. Wahyu kepada wartawan.
Ia menegaskan, kegiatan sosial yang dilakukannya bukan agenda seremonial tahunan menjelang Iduladha. Bantuan sembako rutin diberikan setiap pekan kepada warga kurang mampu di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.
Baca juga: Kisah Inspiratif Perjalanan Rezeki Dari Kebun
Melihat langsung kondisi rumah Tuti, H. Wahyu mengaku terenyuh. Ia menilai keadaan tersebut sudah masuk kategori darurat kemanusiaan karena menyangkut keselamatan bayi dan balita yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Melalui momentum tersebut, H. Wahyu juga meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis segera turun tangan membantu keluarga Tuti.
Ia berharap Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, bersama dinas terkait dapat memprioritaskan bantuan renovasi rumah agar keluarga tersebut bisa tinggal dengan aman dan layak.
“Kondisi rumahnya memang sudah sangat memprihatinkan. Saya berharap ada perhatian cepat dari pemerintah dan Baznas karena keluarga ini benar-benar membutuhkan bantuan,” katanya.
Aksi kemanusiaan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat Iduladha tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil yang masih hidup dalam kemiskinan.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook



















